Presiden SBY ke Alor, Penghuni Hotel 'Dievakuasi'

Presiden SBY ke Alor, Penghuni Hotel 'Dievakuasi'

- detikNews
Sabtu, 11 Des 2004 12:32 WIB
Jakarta - Cerita-cerita menarik beredar terkait kunjungan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) ke Alor, NTT. Salah satunya, menjelang kedatangan SBY, para penghuni hotel di Kota Kalabahi, ibukota kabupaten Alor, 'diusir' (baca: dievakuasi). Begitulah, situasi yang terjadi di kota kecil yang jauh dari ibukota RI ini. 'Pengusiran' ini dilakukan, gara-gara minimnya hotel di kota Kalabahi. Di kota itu, hotel memang minim, tidak lebih dari empat hotel. Para penghuni hotel dievakuasi, agar rombongan Presiden SBY bisa juga menginap di hotel itu. Evakuasi para penghuni hotel ke rumah-rumah penduduk itu dilakukan sejak dua hari lalu. Evakuasi terakhir dilakukan pada Jumat (10/12/2004) kemarin. "Saya sekarang sudah pindah ke rumah kontrakan milik warga di sini," kata salah seorang, yang sebelumnya menghuni hotel Pelangi, saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/12/2004). Dia menolak ditulis identitasnya. Namun, dia mengaku sudah menginap di hotel Pelangi sejak seminggu lalu. Dan sebenarnya, dia memesan hotel itu sampai hari Minggu (12/12/2004) besok. "Harusnya saya sampai besok di hotel itu. Tapi, ya gak apa-apa, saya kini sudah mendapat menginap di rumah kontrakan," ungkap seorang relawan ini. Dia menginap di hotel Pelangi itu di kelas VIP. Per hari, tarifnya sebesar Rp 110.000. Di hotel ini, ruang kelas VIP hanya 3 buah. Selebihnya, ruang kelas AC, kelas standar (kipas angin), dan ekonomi. "Yang diminta pindah adalah penghuni kelas VIP, AC, dan kelas standar," ungkapnya. Menurut informasi yang didengarnya, tidak ada satu pun penghuni hotel yang menolak pindah dari hotel itu. "Mungkin, mereka memahami situasi di sini. Di kota Kalabahi ini, hanya ada empat hotel. Saya juga mau pindah, meski kontrakan saya sebelumnya belum siap," jelas pria yang akan berada di Alor selama empat bulan ini. Saat diminta pindah, dirinya mendengar bahwa hotel harus disterilisasi dan dikosongkan untuk penginapan rombongan SBY. "Mungkin hotel ini akan dijadikan tempat menginap rombongan SBY. Yang saya dengar, Pak SBY sendiri menginap di rumah jabatan Bupati," ungkapnya. Selain evakuasi penghuni hotel, menjelang kedatangan SBY, pejabat pemerintah juga terlihat sangat sibuk terkait kunjungan SBY itu. Bahkan, ada mobil keliling dengan pengeras suara yang memberitahukan kepada masyarakat umum bahwa SBY akan berkunjung.Untuk diketahui, Presiden SBY dan rombongan telah bertolak dari Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pagi tadi. Rencananya, SBY dan rombongan akan tiba di Alor seitar pukul 14.00 WITA. Alor merupakan daerah yang menjadi korban gempa tektonik pada 12 November lalu. Presiden SBY akan berada di Alor sampai (12/12/2004) besok. Presiden akan didamping istri, Kristiani Herrawati, dan sejumlah menteri, antara lain, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Pesawat yang membawa SBY dan rombongan dijadwalkan mendarat di Bandara El Tari, Kupang sekitar pukul 09.20 WITA. Presiden melanjutkan perjalanan ke Kalabahi, Alor, dengan KRI Karel Satsuit Tubun 356 TNI-AL dan dikawal empat kapal perang TNI AL. (asy/)


Berita Terkait