KPK akan Cari Data Otentik Dugaan Suap Mbak Tutut
Sabtu, 11 Des 2004 11:35 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) akan mencari data otentik dan valid mengenai munculnya berita tentang kasus yang diduga melibatkan Mbak Tutut (puteri mantan Presiden Soeharto). Namun, pencarian data ini memerlukan waktu. Hal ini disampaikan Ketua KPK Taufiqurrahman Rukie saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/12/2004). Taufiq mengaku sudah mendengar tentang kasus suap yang diduga melibatkan Mbak Tutut itu dari sejumlah media massa. Seperti diketahui, The Guardian, koran terkemuka di Inggris, memberitakan bahwa Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut diduga terlibat kasus suap besar yang melibatkan perusahaan senjata Inggris. Kejadian ini terjadi pada tahun 1990-an. Diduga bahwa Kepala Eksektutif perusahaan senjata Inggris itu waktu itu, yang menjadi agen penjualan tank Scorpion ke Indonesia, telah menyuap Tutut sebesar 16,5 juta Poundsterling. Nilai ini sama dengan Rp 260 miliar dalam kurs sekarang. Menanggapi kasus ini, Taufiqurrahman mengaku belum bisa memberikan komentar yang banyak. "Kita belum bisa berkomentar, karena belum ada data valid mengenai hal ini. Dan KPK akan mencari data valid dan otentik, namun ini perlu waktu," kata Taufiq. Menurut dia, KPK tidak bisa bertindak bila hanya menggunakan data yang dimunculkan oleh media massa atau hanya data-data sekunder. "Sudah menjadi kewajiban hukum bagi KPK untuk mencari data-data otentiknya. Karena itu, bila masyarakat mengetahui ada data otentik, silakan diberikan kepada KPK," ungkapnya. Saat ditanya apakah perlu dibentuk tim khusus untuk mencari data otentik mengenai kasus itu, Taufiq menyatakan, belum perlu. "Kita akan gunakan orang-orang per orang yang sudah ada saja untuk mencarinya," jelasnya.
(asy/)











































