Layar 29 Inci Tayangkan Operasi Dwipayanti-Dwipayani
Sabtu, 11 Des 2004 11:17 WIB
Surabaya -
Siapapun akan miris melihatnya. Tubuh mungil Dwipayanti-Dwipayani tergolek tak berdaya di meja operasi saat dibedah untuk pemasangan tissue expander.Sebuah monitor televisi dengan ukuran layar 29 inci menayangkan secara langsung operasi pemasangan 4 tissue expander di bagian pinggang bayi kembar siam perempuan dempet perut yang berusia 7 bulan itu.Mungkin bagi mereka yang berprofesi sebagai dokter sudah terbiasa melihatnya. Namun bagi orang tua sang bayi, begitu juga para wartawan dan masyarakat yang melihatnya, pemandangan seperti itu membuat hati bergidik serasa teriris-iris karena tidak tega.Puluhan dokter, wartawan, dan sejumlah masyarakat terlihat tegang dan terdiam menyaksikan operasi tersebut. Nyaris tak ada yang bersuara. Bicarapun pelan-pelan, bahkan berbisik.Operasi berlangsung di lantai 3 Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD Dr Soetomo jalan Karang Menjangan Surabaya Jawa Timur, Sabtu (11/12/2004). Sementara layar monitor ditempatkan di luar ruang operasi.Kedua orang tua bayi I Gusti Ayu Sriyani (37) dan I Gusti Ngurah Ekalaya Kunta (40) asal Bali itu tidak diperbolehkan masuk ruang operasi. Mereka ikut menunggu di luar ruang operasi. Keduanya tampak terpekur diam menyaksikan buah hatinya dari layar monitor.Sekitar 23 dokter yang merupakan anggota Tim Pemisahan Dwipayanti-Dwipayani terlihat ikut seksama memperhatikan proses pembedahan oleh rekan-rekannya melalui monitor. Mereka nantinya akan terlibat dalam operasi tahap II, yakni pemisahan tubuh.Jumlah tim dokter yang menangani Dwipayanti-Dwipayani ada 42 orang. Sebanyak 19 dokter yang merupakan dokter ahli bedah plastik terlibat dalam operasi tahap I, yakni pemasangan tissue expander yang dipimpin oleh Dr Syaifudin Noer.Dwipayanti-Dwipayani lahir melalui operasi caesar pada 2 Mei 2004 di Rumah Sakit Trijata Polda Bali jalan Seruni Denpasar. Keduanya didiagnosa mengalami penempelan hati. Sang bayi kemudian dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar, lalu diputuskan untuk menjalani operasi pemisahan di RSUD Dr Soetomo Surabaya.Dwipayanti-Dwipayani yang lahir dengan berat 4,9 kg itu merupakan buah hati pasangan I Gusti Ayu Sriyani (37) dan I Gusti Ngurah Ekalaya Kunta (40) anggota Poltabes Denpasar. Keduanya adalah warga Banjarsanghyang, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali.
(sss/)










































