PPP Masih Akan Berkoalisi dengan partai Lain

PPP Masih Akan Berkoalisi dengan partai Lain

- detikNews
Minggu, 30 Mar 2014 21:29 WIB
PPP Masih Akan Berkoalisi dengan partai Lain
Banyumas - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mochammad Romahurmuziy mengatakan jika partainya masih mencari kemungkinan adanya koalisi dengan partai lain. Namun, dia menjelaskan saat ini PPP belum ada kepastian calon presiden yang akan didukung.

"Sebagai partai politik dengan target yang belum mencapai ambang batas pencalonan presiden sebanyak 112 kursi, koalisi adalah suatu keniscayaan," katanya usai mengisi kampanye PPP dilapangan Sidaboa, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (30/3/2014).

Menurut Gus Romi, sapaan akrabnya mengatakan jika PPP membuka komunikasi kepada semua partai politik termasuk Partai Gerindra. Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dan musyarawah dengan para ulama untuk mencari presiden di masa depan.

"Seperti yang tadi disampaikan, saat ini banyak partai politik dan para pemilih kita banyak yang sudah berpolitik tanpa menggunakan prinsip," jelasnya.

Bagi PPP, calon presiden ke depan adalah seseorang yang harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat karena bangsa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Calon presiden juga harus memiliki visi dan misi yang jelas karena tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan tidak semakin ringan.

"Yang kami lihat, sejumlah calon memiliki keunggulan, dan yang kami lihat itu belum tentu pasti, tetapi pak Prabowo merupakan salah satu figur yang memiliki 'leadership' yang kuat," katanya.

Pihaknya juga membuka kemungkinan komunikasi dengan calon lain seperti Joko widodo dari PDI Perjuangan dan sejumlah partai Islam. "Kita masih membuka kemungkinan calon presiden alternatif lainnya," ujarnya.

Saat ditanya kemungkinan adanya komitmen PPP dengan Gerindra, Gus Romy menegaskan tidak ada komitmen di antara kedua partai tersebut. "Segala sesuatu masih cair, pertemuan Prabowo dengan Pak Surya Dharma Ali tidak membangun komitmen apa pun, hanya membangun komunikasi biasa," tuturnya.

(arb/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads