Hal itu dilakukan untuk mengindari kepentingan dan gesekan dengan partai politik di masa kampanye kali ini.
"Tidak seperti tahun lalu, upacara Tawur Agung yang dirayakan di Monas, tahun ini upacara dilakukan di Pura Aditya Jaya," ujar Pemangku Pura, I Made Agung Nugraha saat berbincang-bincang dengan detikcom di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (30/3/2014).
Selain upacara Tawur Agung yang dipusatkan di Pura Aditya Jaya. Tahun ini umat Hindu di DKI Jakarta juga tidak melakukan pawai Ogoh-ogoh keliling Jakarta.
"Karena kondisi tahun ini berbarengan dengan kampanye partai politik kita juga tidak mengadakan pawai, untuk menjaga hal yang kurang baik," tuturnya.
Agung mengatakan dalam ajaran yang dipahaminya, agama tidak bolehlah menyinggung masalah partai politik, kedua hal itu berdiri sendiri. "Agama tidak melarang ada organisasi atau partai politik tetapi agama berdiri sendiri terhadap yang maha kuasa," ungkapnya.
Sore ini tampak umat Hindu yang berada di DKI Jakarta berbondong-bondong datang ke pura. Agung mempersilakan umat Hindu di Jakarta melaksanakan Nyepi di mana saja asal tidak melanggar Catur Berata yakni tidak menyalakan api (amatigeni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), puasa dari segala hiburan (amati lelanguan).
"Jadi dalam catur berata itu, kita mau melakukan di rumah silakan, mau melakukannya di pura ini juga silakan, mau melakukannya di pura di Gunung Salak silakan. Mungkin kalau di Gunung Salak, suasana lebih bisa mendukung dengan suasana yang sepi dan dingin, tidak ada masalah. Kalaupun ada di sini meski lokasinya di tengah kota, berdekatan dengan jalan tol, ya itulah godaannya," pesan Agung.
(nwk/try)











































