Yuli Memiliki Kakak yang Juga Hidup di Jalanan

Nenek Mengemis untuk Anak dan Cucu

Yuli Memiliki Kakak yang Juga Hidup di Jalanan

- detikNews
Minggu, 30 Mar 2014 19:22 WIB
Yuli Memiliki Kakak yang Juga Hidup di Jalanan
Istimewa
Jakarta - Yuli (3) harus berjuang melawan ISPA yang dideritanya saat ia hanya bisa mengandalkan neneknya untuk sesuap nasi. Sementara ibunya menderita skizofrenia dan tak mampu diajak berkomunikasi.

Di balik itu semua, ternyata Yuli memiliki kakak laki-laki yang berusia lebih tua sekitar 10 tahun dari Yuli. Perilaku kakaknya tersebut dikhawatirkan oleh warga Cirebon yang memberikan perhatian pada keluarga kecil ini.

"Kakaknya tidak terpantau saat saya melihat mereka. Ada yang melihat dia muncul sekali-kali, kelihatannya kakaknya sudah punya dunia sendiri," ujar salah satu warga Cirebon bernama Iweng kepada detikcom, Minggu (30/3/2014).

Yuli tidak pernah bertemu ayahnya, karena sang ayah meninggal saat dia dilahirkan. Meninggalnya sang ayah membuat nenek dan ibunya diusir dari rumah ayahnya di Kuningan, Jawa Barat. Nenek dan ibunya kemudian memilih hidup menggelandang di depan Asrama Haji Cirebon.

Nasib kakak Yuli lebih baik karena sempat melihat sosok si ayah. Namun sikap kakak Yuli ini mengkhawatirkan, ia lebih memilih hidup di jalanan sebelum disusul oleh nenek dan ibunya tiga tahun kemudian.

"Dulu kakaknya juga sudah disuruh masuk yayasan sosial yang mau tampung, tapi dia nggak mau. Kalau dapat santunan dia terima, tapi setelah dipantau lagi, ya kakaknya ini yang memakai santunan untuk macam-macam. Uang neneknya hasil mengemis terkadang juga diambil sama dia," ujar Iweng.

"Dugaan saya sih kenakalan anak muda gitu, buat minum-minum atau apa gitu, karena yayasan sosial bilang kurang bagus juga kakaknya ini. Makanya yang perlu dipisahkan itu tiga orang ini, jangan terus-terusan sudah susah hidup, tambah lagi bebannya dari si kakak," kata Iweng menambahkan.

Yuli adalah gadis kecil berambut seleher yang tampak kurus karena menderita ISPA, namun belakangan diketahui kondisinya membaik. Sementara ibunya berambut sebahu menderita skizofrenia, kerap melamun sendirian dan menghiraukan lingkungan sekitar. Sang nenek menjadi tulang punggung dengan cara mengemis di perempatan dekat asrama haji yang terletak di Jalan Cipto, Cirebon, tersebut.

Tak banyak barang-barang yang mereka miliki, hanya pakaian di badan yang menjadi harta mereka. Untuk tidur pun, Yuli bersama nenek dan ibunya hanya beralaskan kardus atau sepotong kain.

(vid/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads