AS Terbuka untuk Pelajar Indonesia
Sabtu, 11 Des 2004 00:36 WIB
Jakarta - Asisten Khusus untuk Hubungan Luar Negeri Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Susan Jacobs membantah adanya persepsi pemerintah AS telah memasukkan Indonesia sebagai negara teroris dan menutup diri terhadap pendatang dan pelajar dari Indonesia."Kita menganggap Indonesia sebagai sahabat dan kita senang berada disini," ungkap Susan Jacobs dalam jumpa pers tentang sosialisasi prosedur pembuatan visa ke AS di Kedutaan Besar AS, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jumat (10/12/2004).Menurut Susan, kebijakan perubahan prosedur pembuatan visa ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi berlaku bagi seluruh warga negara asing di seluruh dunia yang ingin masuk ke AS. "Semua prosedur permohonan visa sama di seluruh dunia."Dijelaskan, kedatangannya ke Indonesia untuk mengubah persepsi bahwa pelajar atau masyarakat dari negara Muslim seperti Indonesia tidak diterima di AS. Pemerintah AS sangat mengharapkan pelajar dari Indonesia untuk datang dan mempelajari nilai-nilai yang ada di AS, baik demokrasi maupun kebebasan berpendapatnya.Sejak 2002, menurut Susan, perohonan visa pelajar Indonesia untuk belajar di AS menurun tajam. "Tetapi enam bulan terakhir mulai meningkat," ujarnya. Penyebabnya, menurut Susan, bisa karena persepsi mayarakat Indonesia yang merasa tidak nyaman, skor TOEFL yang tidak mencukupi, atau sebab-sebab lainnya.Susan mengatakan sebagian besar pengajuan visa yang dilakukan untuk belajar di AS dikabulkan pemerintahnya. Dengan penurunan tersebut, pemerintah AS sangat mengharapkan dengan sistem baru yang lebih sederhana dapat meningkatkan minat pelajar Indonesia.Sistem permohonan baru ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pendaftaran, nama-nama pemohon akan dicek. Setelah itu, akan dilakukan sistem cek sidik jari (finger print system) yang nantinya akan dicek kembali setelah tiba di AS.Cara mendapatkan visa bagi pelajar? "Kami sangat membantu bagi para pemohon visauntuk para pelajar. Jadi Anda tinggal menelpon pada hari Senin dan datang pada hari Selasa untuk wawancara, lalu datang esoknya untuk proses pengambilan visa," jelasnya.
(gtp/)











































