"Mau bernyanyi? Saya akan ajak bernyanyi yang manis, 'Rumah Kita'. Rumah besar kita Indonesia, di rumah inilah kita bekerja," kata SBY mengawali nyanyiannya di Lapangan Parkir Timur PRPP, Semarang, Sabtu (29/3/2014).
SBY dan Rio Febrian pun mulai bernyanyi, di belakang mereka ada istri SBY, Ani Yudhoyono dan putranya, Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas), kemudian Anggota Dewan Pembinaa partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo, Wakil ketua V DPP Partai Demokrat Agus Hermanto, calon Presiden konvensi partai Demokrat Dahlan Iskan, dan pejabat partai dari Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang yang juga ikut bernyanyi.
Semburan kertas warna warni pun menghiasi lapangan tempat kampanye hingga lagu berakhir. Setelah itu SBY kembali mengajak simpatisan untuk bernyanyi. Lagu kedua yaitu 'Tendangan Dari Langit'. Pada lagu kedua itu, SBY tidak hanya bernyanyi, tapi juga membagi-bagikan bola.
Bola tersebut dilemparkan ke arah penonton satu-persatu oleh SBY dan tokoh Partai Demokrat lainnya yang ada di atas panggung. Masyarakat menyambut dengan antusias dan berebut.
"Tendangan Dari Langit. Kita tendang program-program yang makin baik untuk rakyat. Tendang pemimpin agar bisa mampu memimpin negara dengan baik," tegasnya.
Setelah itu SBY dan lainnya turun dari panggung utama dan berjalan di panggung yang lebih rendah untuk bersalaman dengan masyarakat. Beberapa masyarakat juga meminta tanda tangan di kaos dan bola yang mereka punya.
SBY juga menyalami komunitas pengguna motor roda tiga yang anggotanya adalah penyandang disabilitas. Salah satu di antara penyandang disabilitas itu adalah Sekar (28), warga Kedungmundu Semarang itu merasa bangga bisa bersalaman dan berfoto dengan SBY dan Ani Yudhoyono.
"Orangnya sederhana, ya. Minta foto dikasih, saya dikasih semangat. Katanya jangan menyerah, terus berkarya," kata pedagang roti itu.
Kampanye itu dihadiri oleh ribuan simpatisan dan dimeriahkan oleh sejumlah artis ibu kota antara lain Wali Band, Ikke Nurjanah, Rio Febrian, dan Joy Tobing yang memeriahkan kampanye. Sedangkan pemandu acara adalah Edwin dan Rico Ceper.
(alg/kha)











































