"Saat ini kesibukannya ngurus anak dan ini ikut keluar-keluar kota. Soalnya saya ngerasa biasanya anak muda pada tidak mau tahu tentang pemilihan umum atau segala macem pada cuek, makanya saya tidak mau dan saya ingin mengajak anak-anak muda untuk ikut menentukan masa depan bangsa kita," kata Nia di sela-sela kampanye Golkar di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (29/3/2014).
Nia datang mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berkampanye.
Menurut dia, dirinya memang sering mengikuti mertuanya tersebut untuk menghadiri kampanye ke sejumlah kota. Namun Nia mengaku tidak pernah sampai menginap saat mengikuti kegiatan kampanye lantara harus menemani putrinya, Mikhayla Zalindra Bakrie, buah pernikahannya dengan Ardiansyah Bakrie.
"Saya pergi pagi dan nanti sore sudah pulang," kata Nia yang mengatakan jika anaknya sekarang dititipi oleh omanya.
Dia menjelaskan jika awalnya dirinya merasa apatis dengan yang namanya politik saat menjelang pemilu. Namun saat ini dia merasa telah dibukakan matanya oleh sang mertua untuk melihat masa depan.
"Sekarang alhamdulilah, saya punya mertua yang membukakan mata saya dan saya lebih mengerti tentang masa depan bangsa ini. Ini juga kan untuk anak-anak saya nanti," jelasnya.
Dia mengungkapkan, perlunya para pemuda di Indonesia untuk melihat dan menentukan pemimpin untuk bangsa ini. Sehingga mengerti Indonesia akan dibawa ke mana.
"Jadi saya ngerasa pemimpinya harus benar mau bawa kita kemana. Arah bangsa Indoneia mau dibawa kemana kalau bukan dipegang oleh orang-orang yang berpengalaman," ujarnya.
(arb/rmd)











































