"Jangan pilih yang pagi tahu, sore tempe. Yang suka ingkar janji adalah para kurawa. Kalian mau dipimpin kurawa, sengkuni, durna-durna? Jangan pilih pemimpin antek asing dan mencla mencle," kata Prabowo dalam orasinya di Lapangan Desa Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (29/3).
Dia menyebutkan Pemilu adalah pilihan dengan hati nurani. Satu suara dalam Pemilu menurutnya menentukan nasib bangsa ke depan. Prabowo ingin masyarakat obyektif melihat persoalan bangsa harus diselesaikan. Sebagai negara besar, masyarakat Indonesia harus bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan dengan negara lain.
"Pemilu itu nanti pilihan antara pandawa dan kurawa. Antara yang benar dan tidak benar, antara lurus dan tidak lusrus, antara tidak mencla mnecle dan mencla mencle," ujar Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI itu.
Dalam orasinya, Prabowo juga menyindir pihak yang terlalu doyan main bisnis investasi saham. Padahal, permainan saham ini tidak dipahami dan memberi keuntungan kepada rakyat kecil. Hal ini yang membuat kesenjangan antara strata sosial kekayaan dan kemiskinan di masyarakat berbagai daerah.
"Kalian punya saham? Saya tidak punya saham. Apalagi Pak Suhardi yang enggak main saham," katanya.
(hat/ndr)











































