Dalam keterangan pers di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (28/3/2014), Sudi menyatakan, meskipun SBY dalam suasana kampanye, tugas kenegaraan tak pernah tinggal. Baik tugas sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan, tetap berjalan. Antara lain memberikan instruksi kepada jajaran tentang tugas yang harus dilakukan.
"Semua instruksi presiden untuk semua pihak yang harusnya menjalankan tugas seusai bidang tugas masing-masing, disampaikan melalui mensesneg atau menseskab," kata Sudi.
Demikian juga dengan surat-surat yang harus ditandatangani. Surat-surat itu ada yang berbatas waktu, ada juga prioritas. Semua itu, kata Sudi, adalah prioritas tidak pernah ada yang diabaikan.
Sudi memberi contoh situasi sewaktu kampanye di Lampung. Di Lampung, Presiden SBY mengirim surat kepada Raja Arab Saudi terkait masalah yang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Satinah.
"Jadi itulah konteksnya. Selama masa kampanye pun, tugas kenegaraan dan tugas pemerintahan tetap berjalan baik," kata Sudi.
Disebutkan Sudi, kendati dalam suasana kampanye, SBY tetap memprioritaskan tugasnya sebagai Presiden. Hal pun terlihat sewaktu SBY meninggalkan jadwal kampanye di Jawa Timur untuk mengatasi kabut asap di Riau. Selama dua hari tiga malam, SBY berada di Riau, dan cuti kampanyenya tidak dipergunakan.
(rul/mok)











































