Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengaku baru pada bulan lalu bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci isi pembicaraan pada pertemuan itu.
Hal ini dikatakannya kepada wartawan seusai dialog dan debat materi deklarasi politik suara Iluni UI "Pokok Pikiran Suara Alumni UI untuk Pembangunan Bangsa dan Negeri" di aula FKUI Salemba, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
"Loh, saya kan dari dulu dekat dengan ibu Mega, ya silaturahim, beliau ulang tahun," katanya.
Saat ditanya apakah membicarakan Pemilu dengan Megawati, Ryamizard mengaku hanya membicarakan bagaimana Pemilu dapat berjalan dengan baik.
"Ya gak ngak ngak apa namanya, kita bicarain Pemilu, ya biar berjalan dengan baik, ndak ribut - ribut," ujarnya
Sementara itu, Ryamizard kembali menegaskan bukan masalah siap atau tidak siap seandainya ditunjuk menjadi Cawapres Jokowi. Sebab sebagai tentara, disuruh berperang pun tidak ada kata untuk tidak siap.
"Bukan masalah siap tidak siap, tentara disuruh mati aja siap kok. Tentara disuruh mati, perang itu, siap - siap aja kan, apalagi masalah begini, jadi bukan masalah siap tidak siap," katanya
(idh/van)










































