Polri Belum Ada Kemajuan dalam Selidiki Kasus Munir

Polri Belum Ada Kemajuan dalam Selidiki Kasus Munir

- detikNews
Jumat, 10 Des 2004 18:04 WIB
Jakarta - Penyelidikan kasus Munir hingga kini masih buntu. Dari 86 saksi yang telah diperiksa, penyidik belum mengetahui racun arsen tersebut dikonsumsi dalam bentuk apa. Penyidik juga belum dapat menyimpulkan Munir diracun kapan dan di mana. Hal ini diungkapkan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung dalam jupa pers dengan para wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/12/2004).Suyitno juga menjelaskan, racun arsenik yang menjadi penyebab kematian aktivis HAM Munir diperjualbelikan bebas di pasaran, terutama di toko-toko kimia. Racun tersebut banyak digunakan sebagai bahan dasar pestisida atau untuk mencuci keris. Orang Jawa mengenalnya dengan sebutan warangan. Di pasaran racun ini dijual dalam bentuk kristal atau cair.Dikatakannya, bentuk kristal arsenik yang dijual di pasaran mirip bentuknya dengan gula pasir, gula tepung atau garam halus."Dalam bentuk kristal, racun arsen itu bila diraba hampir sama dengan gula halus, hanya kristal gula lebih terasa. Sedangkan bila dibandingkan dengan gula tepung dan garam halus, racun arsen lebih kasar," katanya. Secara fisik arsen tidak punya rasa, warna dan bau. Dan daya absorbsi arsen cair jauh lebih cepat dibandingkan yang kristal."Arsen berbentuk cair lebih mudah terabsorbsi atau tercampur dibandingkan dalam bentuk kristal," demikian Suyitno. (nal/)


Berita Terkait