Ceceran Arsen di Garuda akan Dilacak, 3 Kru Diperiksa
Jumat, 10 Des 2004 18:07 WIB
Jakarta - Polri akan melacak ceceran arsenicum di pesawat Garuda yang ditumpangi Munir. Tiga saksi pramugari dan pramugara dijadwalkan akan diperiksa."Polisi sudah berkoordinasi dengan Garuda untuk mengetahui kemungkinan adanya ceceran arsen di dalam pesawat. Namun pesawat yang membawa Munir ke Belanda sudah sempat dibersihkan."Demikian kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (10/12/2004).Munir meninggal di pesawat Garuda dalam perjalanan menuju Belanda pada 7 September 2004. Selang 2 bulan kemudian, dugaan kuat Munir dibunuh dengan diracun baru mencuat pada 11 November 2004 setelah hasil otopsi yang dilakukan Pemerintah Belanda terkuak. Hasil otopsi menunjukkan adanya arsenicum di tubuh Munir dengan dosis mematikan.Menurut Suyitno, polisi masih belum dapat memastikan waktu meninggalnya Munir. Hingga kini hanya diketahui kalau Munir ditemukan meninggal dunia 2 jam sebelum mendarat di Belanda.Pada saat berada dalam perjalanan di atas pesawat, Munir meninggal di kawasan udara Rumania pukul 04.05 waktu setempat atau pukul 11.05 WIB, 7 September 2004. Sementara pesawat Garuda berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pukul 21.54 WIB, 6 September 2004 menuju Belanda dalam perjalanan 12 jam, dan transit di Bandara Changi Singapura selama 1 jam 13 menit, kemudian mendarat di Belanda pukul 13.10 WIB, 7 September 2004."Polisi kesulitan untuk mengetahui kapan Munir meninggal dan kapan racun arsen masuk ke dalam tubuh Munir. Sebab sampai kini masih beragam informasi dan literatur mengenai racun arsen. Sementara banyak ahli menyatakan racun akan bekerja 30 menit hingga 2 jam, atau 2 hingga 4 jam. Bila tidak ada pertolongan maka akan meninggal sekitar 12-24 jam," urai Suyitno.Dari kesimpangsiuran informasi itu, lanjut dia, polisi belum memastikan kapan dan di manakah Munir diracun, apakah sebelum naik pesawat Garuda, atau di dalam pesawat."Penyidik juga menjadwalkan memeriksa 3 saksi pramugari dan pramugara pesawat Garuda dalam perjalanan Jakarta-Singapura-Amsterdam. Ketiganya merupakan kru Garuda yang melayani penumpang selama perjalanan," kata Suyitno.
(sss/)











































