Polri Dalami Identitas 2 Pria yang Dekati Munir di Changi
Jumat, 10 Des 2004 17:50 WIB
Jakarta - Polri mendalami identitas 2 pria yang mendekati Munir saat pesawat Garuda transit di Bandara Changi Singapura. Sementara 3 kru Garuda akan diperiksa. Tapi sayangnya, rekaman CCTV bandara sudah terhapus.Hal itu disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (10/12/2004). Dia membenarkan salah seorang penumpang menyaksikan Munir sempat berbicara dengan 2 orang di ruang tunggu Bandara Changi."Kita mendalami keterangan saksi yang mengatakan ada 2 orang bersama Munir saat menunggu di Bandara Changi. Kita akan tunjukkan kepadanya gambar-gambar dan foto-foto untuk mengidentifikasi siapa 2 orang itu," katanya.dr Drupadi Dillon dalam kesaksiannya menyebutkan, seorang pria di antaranya berpostur tinggi, putih, dan agak gemuk. Dia terlihat aktif mengajak Munir bicara. Sedangkan pria satunya lagi berpostur kecil seperti Munir. Saat ada panggilan keberangkatan pesawat, pria berpostur kecil sempat hendak membawakan tas Munir, namun ditolak oleh Munir.Dipaparkan Suyitno, dari hasil keterangan dr Tarmizi yang sempat merawat Munir di pesawat, Tarmizi sempat bertemu Munir di dekat sebuah toko buku di depan Coffee Bean di dekat Gate 42 pintu Imigrasi Bandara Changi.Menurut Tarmizi, kondisi pada waktu itu, kebanyakan toko sudah tutup kecuali sebuah toko buku. Kemudian keduanya bersama-sama berjalan menuju pesawat."Dari keterangan penyidik yang baru saja pulang dari Bandara Changi, tidak ditemukan adanya barang bukti berupa CCTV Bandara Changi yang terletak di ruang tunggu atau koridor gate. Karena rekaman CCTV secara otomatis akan terhapus bila dalam jangka waktu 2 minggu tidak ditemukan masalah," urai Suyitno.Munir meninggal di pesawat Garuda dalam perjalanan menuju Belanda pada 7 September 2004. Selang 2 bulan kemudian, dugaan kuat Munir dibunuh dengan diracun baru mencuat pada 11 November 2004 setelah hasil otopsi yang dilakukan Pemerintah Belanda terkuak. Hasil otopsi menunjukkan adanya arsenicum di tubuh Munir dengan dosis mematikan.
(sss/)











































