6 Bocah Jadi Korban Pelecehan Seksual 8 Remaja
Jumat, 10 Des 2004 17:44 WIB
Ambon - Lagi, anak-anak jadi korban. Enam bocah yang tinggal satu lokasi di Gang Diponegoro, Ambon menjadi korban pelecehan seksual delapan remaja di lingkungan tempat tinggal mereka. Bocah-bocah itu masih bersekolah di sekolah dasar (SD). Pengakuan ke-enam bocah ini terungkap di hadapan tim penyelidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Jumat (10/12/2004). "Kami dipaksa melakukan itu (seks) sudah berulang kali. Saya tidak bisa menghitungnya lagi," tutur HS (10), satu-satunya bocah perempuan. Lima korban lainnya berkelamin laki-laki berumur 8 hingga 10 tahun, masing-masing AT, AM, LM, MT, dan IK.Terkuaknya kasus ini tanpa disengaja. Bermula dari keisengan tersangka MF (12) melempar mangga, tapi batunya jatuh persis di kepala RS (9). Akibatnya, kepala bocah itu mengucurkan darah. Korban lainnya AM, yang mengetahui rekannya terluka akibat perbuatan MF, akhirnya mengadu kepada sang ibu untuk tidak lagi berkawan dengan MF.Mendengar penuturan AM, sang ibu heran. Sebab, selama ini setiap saat anaknya itu terus berteman dengan MF. Akhirnya setelah ditanya alasannya oleh sang ibu, akhirnya AM mau berterus terang tentang peristiwa yang dialaminya bersama teman-teman lainnya.Sang ibu pun langsung menemui ibu para korban lainnya dan kemudian melapor hal ini kepada aparat Polres Pulau Ambon. "Kami semua melapor. Apalagi saat saya periksa alat kelamain anak saya, ternyata ada tanda-tanda kurang baik," kata Ny Mery, ibu MF, di depan polisi. Hal yang sama pun terjadi pada anak-anak lainnya.HS, bocah perempuan ini di depan polisi menceritakan, bahwa dirinya selama ini dipaksa untuk melakukan seks anak maupun sodomi. Kondisi yang sama pun terjadi pada lima bocah lainnya.Mendapat laporan para ibu ini, kedelapan tersangka itu akhirnya dibekuk aparat Polres hari itu juga. Para tersangka tercatat sebagai pelajar SMP maupun SMU di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Pihak Polres enggan membeberkan nama delapan tersangka. Kapolres Pulau Ambon AKBP Leonidas Braskan menyatakan, dari delapan tersangka yang sudah teridentifikasi pihaknya, NH (15) pelajar SMU, diduga menjadi aktor utama sekaligus sang sutradara pelecehan seksual tersebut. Kapolres juga mengungkapkan bahwa aktivitas seks yang dilakukan para remaja terhadap para bocah itu akibat dari dorongan nafsu saat menonton VCD porno di kawasan Tugu Trikora, Jl. Pemuda, Ambon. "Mereka ini sering nonton di sebuah rumah salah satu tersangka di samping Gedung Wanita Jl. Diponegoro, Ambon," kata dia.Para korban mengaku diajak paksa dengan ancaman dipukul dengan menggunakan batu dan kayu. Menyikapi peristiwa ini, Koordinator Gerakan Perempuan Peduli (GPP) Maluku, Sr Brigita Renyaan kepada detikcom menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kasus yang melanda anak-anak di bawah umur itu. Untuk itu, dirinya meminta penanganan kasus ini lebih bijak dan hati-hati.
(asy/)











































