"Pasa saat bertugas jadi operator x-ray saya lihat di monitor mencurigakan. Saya stop, saya tanya koper milik siapa," kata petugas Bandara Sultan Badaruddin II Palembang, Ki Agus Muhammad Iqbal bersaksi untuk Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/3/2014) malam.
Kepada seorang penumpang yang mengaku pemilik koper, Iqbal menanyakan barang bawaan yang dicurigai. "Saya tanya ini isi apa? Uang. Saya tanya untuk apa? Untuk beli alat berat," tuturnya
Iqbal langsung melaporkan temuan ini ke komandan regunya bernama Herman. Dari Herman diketahui si pembawa koper travel bag tersebut adalah Ucok Hidayat.
Ucok berangkat dari Palembang ke Jakarta menggunakan maskapai Garuda pada 10 Mei 2013 bersama 4 orang.
Dalam persidangan jaksa juga bertanya kepada petugas keamanan BPD Kalbar cabang Jakarta Heri Purnomo. Heri menyebut pada Mei 2013 ada sejumlah orang salah satunya Muhtar Ependy, orang dekat Akil yang datang ke kantornya di Mangga Dua.
"Dia bawa koper travel bag," sebutnya.
Koper berisi uang itu sepengetahuan Heri diserahkan ke teller bank. Selain bulan Mei, Muhtar Ependy menurut Heri pernah datang ke BPD Kalbar pada Juli 2013.
(fdn/mpr)










































