"Kok ada nama 'Muhtar MK' di memori saudara?" tanya jaksa Pulung di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (27/3/2014) malam.
"Tidak tahu," jawab Romi.
"Kok tidak tahu, kan namanya ada?" cecar Romi.
"Lupa saya pak, kan sudah lama tidak di saya," jawab Romi yang HP tersebut memang sudah disita KPK.
"Apakah pernah menghubungi Muhtar atau dihubungi?" masih cecar Pulung.
"Tidak pernah," jawab tegas Romi.
Nama Muhtar masuk dalam dakwaan jaksa. Melalui Muhtar, Akil meminta uang kepada Romi. Tujuannya agar sengketa gugatan pilkada yang diajukan Romi bisa dimenangkan.
(mok/mpr)










































