Agensi Jasa SPG: Ada Orang Parpol Minta SPG Cantik untuk 'di-Booking'

Serba-serbi Pemilu

Agensi Jasa SPG: Ada Orang Parpol Minta SPG Cantik untuk 'di-Booking'

- detikNews
Kamis, 27 Mar 2014 17:21 WIB
Agensi Jasa SPG: Ada Orang Parpol Minta SPG Cantik untuk di-Booking
Ilustrasi.
Jakarta - Wanita-wanita cantik berpakaian seksi seringkali muncul di tengah-tengah kampanye partai politik. Mereka adalah sales promotion girl (SPG) yang disewa partai untuk meramaikan dan memancing warga masyarakat agar hadir dalam kampanye.

Salah satu agen penyedia jasa model dan SPG adalah Wahana Agency yang berkantor pusat di kawasan Bandung, Jawa Barat. Pengelola Wahana Agency, Cahyo menuturkan tak jarang penghubung dari partai politik yang mengontak dirinya meminta 'pelayanan' lebih dari SPG yang disewanya.

"Kadang begini, yang saya khawatirkan mereka mintanya aneh-aneh, 'kalau sudah selesai eventnya, bisa enggak Pak saya pakai untuk temani tidur'. Kadang dia minta nomor telepon si SPG. Kalau sudah begini, saya enggak kasih deh," ujar Cahyo saat berbincang dengan detikcom, Kamis (27/3/2014).

Cahyo mengaku, melakukan seleksi terhadap wanita-wanita yang ingin bergabung dengan agensinya. Meski terbuka untuk semua wanita tanpa melihat latar pendidikan, Cahyo menuturkan selalu mengingatkan para SPG dan modelnya untuk bekerja profesional. Jika kedapatan lalai atau tergelincir, Cahyo mengaku tak segan untuk memutuskan kontraknya dengan agensi.

Dia mencontohkan, tahun lalu sebuah partai politik besar mengadakan semacam rapat nasional di kota Bandung. Seseorang yang mengaku sebagai panitia partai tersebut meminta jasa 50 SPG dari Wahana Agency. Namun dalam pembicaraan terakhir, aku Cahyo, sang penghubung meminta 'pelayanan' lebih dari beberapa SPG-nya.

Kejadian yang sama terjadi saat berlangsung event akbar sebuah partai politik besar di tahun yang sama di Bali. Seseorang yang mengaku sebagai pengurus DPP parpol tersebut meminta jasa SPG untuk acara tersebut, termasuk kemungkinan tambahan 'pelayanan' dari si SPG.

"Dia ngaku berani bayar mahal kalau anak-anak bisa di-BO, booking out. Saya pikir enggak deh. Kalau sudah sekali kecebur lumpur, kita akan terus berlumpuran. Lebih baik saya tolak," aku Cahyo.

Cahyo menuturkan, usaha penyediaan jasa model dan SPG dirintisnya sejak dua tahun lalu. Awalnya, Cahyo mengaku ingin mengubah stereotip negatif soal SPG dan model. Bahwa SPG juga merupakan pekerjaan profesional yang bekerja mempromosikan produk ataupun bekerja pada event-event sesuai pada permintaan klien. SPG yang direkrutpun tidak sembarangan. Menurutnya, tidak sedikit SPG di agensinya yang berlatar pendidikan S1 dan S2. Bahkan mereka sudah ada yang bekerja, namun menambah penghasilan dengan menjadi SPG di akhir pekan.

"Ada SPG kita yang dia punya basic legal (hukum). Pendidikannya S2. Pernah diminta gabung oleh sebuah partai besar, tapi dia menolak," tuturnya.

"Sebenarnya bukan cuma partai, di event-event perusahaan atau instansi pemerintah juga ada yang minta begitu," tutup Cahyo.



Ayo memilih di Pemilu 2014! Sudah tahu lokasi TPS dan caleg peserta Pemilu 2014? Cek di detikPemilu. Anda juga bisa bertanya langsung ke KPU soal Pemilu 2014 langsung ke komisioner KPU hanya di detikPemilu.

(rmd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads