Pemerintah Inggris Selidiki Kasus Suap Mbak Tutut

Pemerintah Inggris Selidiki Kasus Suap Mbak Tutut

- detikNews
Jumat, 10 Des 2004 15:48 WIB
Jakarta - Surat kabar Inggris, The Guardian memberitakan bahwa perusahaan senjata terkemuka Inggris telah memberikan bayaran sebesar 16,5 juta Poundsterling kepada Tutut untuk memperoleh kesepakatan penjualan tank Scorpion kepada Indonesia. Kebenaran soal isu tersebut saat ini sedang diselidiki pemerintah Inggris. Demikian disampaikan pimpinan Parlemen Inggris, Peter Hain di depan para anggota Parlemen. Berita mengenai pembayaran yang dilakukan perusahaan terkemuka Alvis itu "sangat serius dan mengganggu," ujar Hain seperti dilansir The Guardian, Jumat (10/12/2004)."Ini masalah yang sedang diselidiki oleh menteri dalam negeri," ujarnya ketika ditanyai oleh seorang anggota Parlemen, Paul Tyler.Patricia Hewitt, Menteri Perdagangan Inggris, adalah orang yang paling bertanggung jawab atas badan export credits guarantee department (ECGD) pemerintah Inggris, yang memutuskan untuk menyokong penjualan 100 tank Scorpion ke Indonesia dengan uang para pembayar pajak.Ketika krisis moneter melanda Indonesia tak lama setelah itu, dan Presiden Soeharto lengser, maka pemerintah Inggris-lah yang harus menalangi sisa utang 93 juta Poundsterling. Juru bicara Hewitt mengatakan: "Dia (Hewitt) tahu soal kasus itu."Kasus penyuapan ini tengah dibawa ke badan intelijen kriminal nasional untuk diselidiki. Tyler menuntut pemerintah Inggris untuk bertindak atas "korupsi dalam penjualan senjata ini". Menurutnya, berita yang dilansir The Guardian "sangat ekstensif dan sangat penting."Surat kabar itu, ujar Tyler, telah mengindikasikan bahwa "penjualan senjata ke Indonesia merupakan subyek dari episode korupsi besar" pada pertengahan tahun 1990-an. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads