Anggota DPR Punya Ruang Paripurna Baru Seharga Rp 91 M
Jumat, 10 Des 2004 13:45 WIB
Jakarta - Meski bolosan, anggota DPR mendapat 'hadiah' yaitu ruang sidang paripurna gres senilai Rp 91 miliar.Ruang sidang paripurna baru itu terletak di lantai 2 Gedung Nusantara II di Kompleks Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/12/2004). Gedung itu semula hanya 1 lantai saja. Tapi kini jadinya berlantai 2, lantai 2 khusus untuk ruang rapat baru itu. Anggota DPR periode 2004-2009 menggunakannya untuk pertama kali dalam sidang paripurna penutupan masa sidang kedua periode 2004-2005 pukul 10.00 WIB hari ini.Ruangan itu nantinya akan terus dipakai dalam setiap rapat paripurna DPR. Ruangan yang didominasi warna coklat itu tampak lebih modern dibandingkan ruangan besar lainnya di DPR.Ada dua layar besar di samping kiri kanan meja pimpinan sidang. Mikrofon untuk anggota yang ada di setiap meja bermerk Bosch dan merupakan model mutakhir. Meja kursi anggota Dewan yang bergaya melingkar juga masih kinyis-kinyis. Luasnya nyaris sama dengan ruang Paripurna V yang selama ini dipakai sidang paripurna DPR."Untuk pembangunan struktur bangunan ini menghabiskan dana Rp 66 miliar, sedangkan perlengkapannya Rp 25 miliar," kata Sekjen DPR Faisal Djamal pada detikcom. Dana itu diambil dari anggaran DPR periode lalu.Faisal menceritakan, ruang rapat di lantai 2 baru itu diresmikan pada 30 September 2004, ketika DPR periode 1999-2004 masih berkuasa. Yang meresmikan adalah Akbar Tandjung yang saat itu ketua DPR. Lalu malamnya dipakai untuk penutupan masa sidang 1999-2004."Tapi untuk periode sekarang baru pertama kali ini dipakai. Selama ini DPR selalu meminjam gedung Nusantara V untuk paripurnanya. Padahal itu milik MPR. Sekarang rapat paripurna DPR akan selalu dilakukan di ruang baru," terang Faisal.Selain ruang rapat paripurna di Nusantara V, wakil rakyat juga sering menggelar paripurna di Gedung Kura-kura yang disebut Faisal Djamal sebagai gedung Nusantara besar."Nusantara Besar itu sebenarnya tidak boleh dipakai paripurna DPR. Nusantara besar hanya untuk pidato kepresidenan. Presiden hadir, baru dipakai," jelasnya.Dengan ruang paripurna baru, semoga semangat membolos anggota DPR tereliminasi.
(nrl/)











































