SBY: Kesehatan Masyarakat Lebih Penting Ketimbang RS Mewah

SBY: Kesehatan Masyarakat Lebih Penting Ketimbang RS Mewah

- detikNews
Jumat, 10 Des 2004 13:07 WIB
Yogyakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan saat ini yang perlu dilakukan adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat daripada membangun RS mewah. Berkaitan dengan itu, hal terpenting yang harus dilakukan pemerintah adalah membangun pusat-pusat pelayanan kesehatan di desa dan kawasan terpencil. Hal itu disampaikan SBY pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-40 yang dipusatkan di Kompleks Pelataran Candi Prambanan, Sleman, DIY, Jumat (10/12/2004). Diakui SBY, masih ada sejumlah pihak yang memikirkan dibangunnya RS modern karena orang Indonesia sering berobat ke luar negeri. Ia menyambut ide tersebut dengan catatan kesehatan masyarakat terutama masyarakat pedesaan dan di kawasan tertinggal telah terlayani serta tersedianya obat-obatan yang cukup. "Layanan kesehatan di kedua tempat itu sangat perlu ditingkatkan," ujarnya. Selain itu, SBY mengungkapkan perlunya pembangunan pos-pos kesehatan, terutama di daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau kendaraan bermotor. "Itu harus segera direalisasikan karena masalah pelayanan kesehatan adalah hak asasi yang harus dipenuhi," katanya. SBY mengajak masyarakat meningkatkan kesehatan agar hati menjadi bersih. Jika hati orang Indonesia bersih, Indonesia akan bersih dari KKN. Pada kesempatan itu, SBY menandatangani piagam yang isinya ajakan menjadikan sehat sebagai gaya hidup. Selain SBY, piagam itu juga ditandatangani Menkes Siti Fadilah Supari serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Acara lainnya adalah pencanangan imunisasi Vaksin Combo yang merupakan kombinasi antara vaksin difteri, pertusis, tetanus dan hepatitis. Vaksin ini diproduksi oleh PT Biofarma yang dulunya diberikan kepada bayi secara terpisah. Pemberian vaksin secara simbolis dilakukan kepada 2 orang bayi. Kedua bayi warga Prambanan itu bernama Rendi Eka Saputra (2 bulan) putra Suginem dan Yeni Nurjanah (2,5 bulan) putri Dwiyati. (rif/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads