Sebelum Kabur, 31 Tahanan Mengapur & Mengecat Dinding LP
Jumat, 10 Des 2004 12:25 WIB
Medan - Rupanya beberapa waktu lalu, 31 tahanan di LP Anak Tanjung Gusta Medan mengapur dan mengecat dinding. Sepertinya saat itulah diketahui titik lemah LP yang kemudian dimanfaatkan untuk kabur."Mereka selama ini ditahan di ruang aula di Blok D yang memang plafonnya tidak memakai jeruji."Demikian tutur Kepala Divisi Pemasyarakatan Depkum HAM Bambang Winahyo yang ditemui di kantornya jalan Putri Hijau Medan, Jumat (10/12/2004)."Jadi beberapa waktu yang lalu memang mereka bergotong royong untuk melakukan pengapuran dan mengecat di LP. Diduga saat itulah diketahui ada titik lemah LP yang kemudian dimanfaatkan untuk kabur," katanya.Iqbal Lubis MotornyaMenurut Bambang, aksi kaburnya para tahanan anak dari kelas II/A Anak LP Tanjung Gusta Medan itu diduga dimotori oleh Iqbal Lubis. Iqbal merupakan penduduk jalan Sekata gang Cempaka, Sei Agung Medan yang terlibat kasus narkotika. Dia dihukum 4 tahun penjara dan dijadwalkan keluar pada 6 Juli 2007."Setelah kita analisa, Iqbal yang menjadi motor karena cukup berpengaruh di kalangan napi anak. Dia berasal dari Rutan Labuhan Deli. Karena over capacity maka dipindahkan ke LP Anak Tanjung Gusta," urainya.Dipaparkan Bambang, kebanyakan tahanan yang kabur pada dinihari tadi terlibat kasus narkotika, kemudian perampokan dan pembunuhan. Saat kejadian, ruang aula yang selama ini merupakan ruang pertemuan berkapasitas 200 orang, ditempati oleh 118 anak.Total penghuni LP Anak Tanjung Gusta Medan berjumlah 423 orang. Akibat kejadian tersebut, seluruh anak di aula yang semula berjumlah 118 orang namun kini berjumlah 87 orang itu dipindahkan ke ruang tahanan yang sudah berjeruji."Yah bagaimana lagi, walaupun menjadi kepenuhan, tapi ini tindakan pengamanan yang harus dilakukan. Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Sumut untuk memburu para tahanan. Bahkan saya dengar tadi Kapolda telah memerintahkan, jika mereka tidak menyerahkan diri dalam 1x24 jam akan ditembak jika melawan saat ditemukan," demikian Bambang.
(sss/)











































