Slamet Effendy Yusuf Nekat Calonkan Diri Jadi Ketum Golkar

Slamet Effendy Yusuf Nekat Calonkan Diri Jadi Ketum Golkar

- detikNews
Jumat, 10 Des 2004 12:19 WIB
Jakarta - Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saja Slamet Effendy Yusuf mengumumkan pencalonan dirinya sebagai ketua umum Partai Golkar dalam munas pohon beringin 15 Desember depan.Slamet mengumumkan keputusan penting itu ketika menggelar jumpa pers di pressroom Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat siang (10/12/2004). Slamet menggelar jumpa pers dalam kapasitasnya sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR yang mengurusi penegakan Kode Etik dan Tatib DPR.Tapi di akhir jumpa persnya dia berkilah, "Mumpung banyak orang, maka saya umumkan bahwa saya menyatakan akan maju dalam pencalonan ketua umum di Munas Golkar." Tentu saja pernyataan ini sangat mengagetkan karena bursa ketum Golkar yang menggaung selama ini berkutat pada Akbar Tandjung, Wiranto, Surya Paloh dan Marwah Daud Ibrahim.Orang NU ini menyatakan, dia "nekat" maju bersaing dengan Akbar dkk karena dari calon-calon yang ada, yang lahir dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) yaitu Akbar Tandjung, merupakan calon dari Indonesia bagian barat. Lalu Marwah Daud calon dari Indonesia Timur."Indonesia Tengah belum ada. Jadi saya mencalonkan diri agar aspirasi warga Golkar Indoneisa Tengah ada yang mewakili," kata Slamet.Slamet mengaku akan tampil di Munas tanpa sangu yang banyak. "Saya mencoba tampil di Munas membawa satu antitesa dari yang muncul selama ini bahwa calon harus membawa pengaruh melalui penggalangan di mana seolah-olah 'gizi' itu sangat penting. Jadi saya coba kedepankan bahwa loyalitas pengabdian dan komitmen terhadap partai itu diperlukan dan itu ada pada saya meskipun saya tidak bergelimang 'gizi'," urai politisi berkacamata ini.Slamet juga telah menyiapkan visinya yaitu, Partai Golkar harus menjadi partai tengah dengan infrastruktur yang menyebar di seluruh Indonesia. Partai Golkar akan menjadi partai utama dan harus dipegang oleh orang yang punya track record baik di kepemimpinan politik, tidak sekadar jadi lompatan."Misi saya menyuarakan suara masyarakat dari bawah. Jadi harapan saya dapat dukungan dari bawah," sambungnya.Slamet menyangkal pencalonannya untuk memecah suara pendukung Wiranto. "Ah, saya dan Pak Wiranto teman kok. Begitu pula dengan Pak Akbar," tukasnya.Apa Anda setuju DPD II juga jadi peserta Munas? "Saya serahkan pada Munas saja. Tapi kalau DPD II disertakan, akan memperluas dan lebih menguatkan basis legitimasi Munas," jawab salah satu ketua DPP Golkar ini.Slamet mengakui pencalonannya agak telat. "Saya mungkin terlambat karena orang-orang sudah menggalang dari aspek 'gizi'. Tapi saya akan coba bangun arus lain menggugah akal sehat peserta munas bahwa demokrasi harus tumbuh dari pilihan jernih, bukan transaksional," tandas pria yang mengumumkan pencalonannya dengan santai, seolah tanpa beban ini.Pak, Anda kan nggak ada dukungan, nggak ada duit, jangan-jangan nggak ada semangat? tanya wartawan. "Saya semangat terus kok," jawab Slamet sambil mesem. (nrl/)


Berita Terkait