Dengan sejumlah analisis dan penelitian, Nuh berani memastikan suara itu milik Meris, Deni dan Gerhard. Suara itu identik milik ketiganya.
Artha Meris merupakan Direktur Utama PT Parna Raya Group/PT Kaltim Parna Industri. Gerhard adalah mantan Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas (kini staf ahli kepala). Sedangkan Deni Karmaina adalah Direktur Utama PT Rajawali Swiber Cakrawala.
"Kalau mengacu ke analisa otomatisasi, itu di atas 90 persen. Bahkan ada yang sampai 99 persen," kata Nuh di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (25/3/2014).
"Hasilnya juga sama. Setelah kita analisis secara statistik kita dapatkan dari 3 subjek itu 20 kata sebagai syarat untuk identik, dan itu kita dapatkan. Barang bukti dan dibandingkan dengan suara pembanding. Itu identik dengan suara pembanding. Semuanya (identik)," bebernya.
Sebelumnya, KPK pernah memutar rekaman penyadapan Meris dengan pelatif golf Rudi, Deviardi. Kedua berbicara permintaan Meris soal penurunan formula harga gas ke Kementerian ESDM.
Deviardi sudah membenarkan itu merupakan suaranya. Namun Meris berkelit membantahnya.
(mok/fdn)











































