"Dari hasil penyisiran kita temukan dua senjata api, dari dua senjata api masing-masing terdapat 5 butir dan 4 butir dan sisa 1 butir peluru disetiap senjata api, kemudian 4 peluru disimpan di dalam tas pinggang," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja, di Polsek Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2014).
Selain senjata api dan peluru, polisi juga menemukan 10 kunci magnetik dan 1 kunci T di dalam tas pinggang. Serta satu botol semprotan kimia berwarna hitam.
"Bahan kimia untuk merusak gembok ataupun kunci motor," imbuhnya.
Saat Tatan membuka salah satu dompet milik pelaku ditemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polda Aceh. KTA tersebut atas nama Muhammad Nasir, pangkat Bharaka dan kartu tersebut terbit sejak tahun 2004.
"Di dompet pelaku ditemukan KTA anggota Polda Aceh pangkat Bharaka, saya yakin ini tercecer atau terjatuh dan berada di salah satu tersangka, kami sudah konfirmasi yang bersangkutan sebagai brigadir di Lampung," jelasnya.
Pengepungan itu bermula saat polisi menggelar razia rutin di kawasan tersebut. Tiba-tiba ada 3 pria berboncengan menggunakan motor Beat putar balik mencoba menghindari razia. Polisi yang curiga mengejar pemotor tersebut, ak disangka pemotor melepaskan tembakan.
Polisi yang mengejar pun bertambah menjadi 28 petugas. Alhasil dari aksi baku tembak tersebut 3 orang pelaku tewas. Ketiga pelaku tersebut atas nama Misfan (25) kelahiran Lampung, Badri (27) kelahiran Lampung, Joni (25) asal Lampung.
(tfn/mpr)











































