"Kalau tidak bisa mencapai 20 persen, kita tidak bisa mengajukan capres. Karena ini jangan terlena dengan pencalonan Jokowi. Banyak orang akan menjegal," kata Mega di hadapan ribuan massa PDIP saat kampanye terbuka di Lapangan Denggung, Beran Kabupaten Sleman, Selasa (25/3/2014).
Mega kembali mengingatkan agar kader partai mengawasi pemungutan dan penghitungan suara. Dikhawatirkan akan terjadi kecurangan pada Pileg 9 April mendatang.
"Jangan sampai ada kecurangan. Simpatisan dan sukarelawan PDIP agar berhati-hati dan terus berjuang," katanya.
Menurut Mega keputusannya memilih Jokowi karena PDIP melihat rakyat ingin kondisi republik ini menjadi lebih baik. Jokowi dinilai sebagai sosok yang tepat untuk memenuhi harapan tersebut.
"Untuk mendukung Jokowi jadi presiden, dalam Pileg kita harus meraih 20 persen suara di tingkat nasional," katanya.
Di samping itu, Mega juga meminta anak muda atau pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya. Indonesia sekarang ini mempunyai anak-anak muda yang mempunyai hak pilih sekitar 60 juta orang.
Mega juga tidak menginginkan ada yang jadi golput. Sebab golput itu artinya tidak mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara. "Sia-sia jika pemilih muda tidak gunakan haknya," katanya.
Mega juga menyindir kader PDIP yang terus membunyikan motor hingga menimbulkan suara bising. Menurutnya, mereka yang seperti itu dianggap hanya mau bersenang-senang. Sedangkan yang mau mendengarkan pendidikan politik, akan duduk tenang.
Dalam kampanye tersebut sejumlah pengurus DPP PDIP yang hadir diantaranya Puan Maharani, Hasto Kristiyanto, Maruarar Sirait, Effendi Simbolon.
Pengurus DPD PDIP DIY diantaranya Idham Samawi, Sekretaris Bambang Praswanto serta smeua caleg DPR RI yang maju dari Dapil DIY diantaranya Djuwarto, Esti Wijayati, Supriyanto, Edi Mihati.
(bgs/fdn)











































