PPP: Merapat ke Prabowo, Suryadharma Ambil Langkah 'Amplop'

PPP: Merapat ke Prabowo, Suryadharma Ambil Langkah 'Amplop'

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2014 19:52 WIB
PPP: Merapat ke Prabowo, Suryadharma Ambil Langkah Amplop
Jakarta - Ketua Umum PPP Suryadharma Ali telah tampil sepanggung bersama capres Partai Gerindra Prabowo Subianto. Namun Waketum PPP menegaskan bahwa nama Prabowo tak masuk daftar kandidat yang akan diusung sebagai capres.

"Nama Prabowo tidak masuk di nama-nama yang kita sebut sebagai putra-putri Indonesia yang patut dan pantas dicalonkan sebagai bakal capres dan cawapres," kata Waketum PPP Suharso Manoarfa saat dihubungi, Selasa (25/3/2014).

Suharso menjelaskan, memang Suryadharma sebagai Ketua Umum punya kewenangan menentukan capres dan cawapresnya. Namun nama-nama potensial capres-cawapres sudah kadung disetujui lewat Mukernas PPP, dan Prabowo tidak masuk daftar. Maka Suharso menilai langkah Suryadharma menyambangi, bahkan naik panggung, Prabowo adalah langkah mengejutkan.

"Kalau menurut saya, Pak Surya itu gagasannya sering mengejutkan. Kadang-kadang beliau punya langkah-langkah 'amplop'. Artinya masih di dalam 'amplop' sehingga kita nggak tahu apa itu langkahnya," kata Suharso menjelaskan analogi 'amplop'.

Nama-nama potensial yang disetujui PPP lewat mukernas yaitu Joko Widodo, Isran Noor, Jimly Ashiddiqqie, Din Syamsuddin, Khofifah Indar Parawansa, dan Jusuf Kalla.

"Kami PPP juga punya mata, telinga dan hati untuk menangkap kehendak publik. Maka kami masukkan nama-nama yang kita sebut sebagai putra-putri Indonesia yang patut dan pantas dicalonkan sebagai bakal capres atau cawapres. Itu yang menentukan DPW dan Majelis Partai," tutur Suharso.

Meski begitu, Suharso menganggap langkah Suryadharma itu sah-sah saja sepanjang itu adalah langkah pribadi. "Tapi begitu bicara sebagai Ketum partai, maka ada batasannya," imbuh Suharso.

Lalu bagaimana jika kemudian Ketua Umum mendukung Prabowo yang notabene tak masuk daftar incaran Mukernas PPP? Suharso menyatakan harus ada Mukernas lagi untuk merevisi daftar incaran yang sudah kadung disetujui itu.

"Harus lewat Mukernas, mungkin setelah Pileg. Tapi kan waktu Pemilu sudah semakin dekat," tandas Suharso.

(dnu/trq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads