Hari HAM Sedunia, 4 Keranda & Foto Munir Diusung di Yogya

Hari HAM Sedunia, 4 Keranda & Foto Munir Diusung di Yogya

- detikNews
Jumat, 10 Des 2004 11:09 WIB
Yogyakarta - Memperingati Hari HAM Sedunia, mahasiswa dan aktivis di Yogyakarta menggelar aksi long march sambil mengusung 4 keranda dan foto pejuang HAM Munir.Empat keranda itu masing-masing bertuliskan "Marsinah", "Kedung Ombo", "Rakyat Aceh", dan "Rakyat Papua". Para demonstran menagih janji pemerintahan SBY terhadap penegakan HAM.Aksi diikuti seratusan mahasiswa Papua dan Aceh yang tergabung dalam Solidaritas Aceh-Papua (SAP), serta elemen Aliansi Bersama untuk HAM.Mereka melakukan long march sejak pukul 09.00 WIB, Jumat (10/12/2004) mulai dari Bundaran Kampus UGM menuju perempatan Kantor Pos Besar jalan Senopati. Sekitar pukul 10.50 WIB, mereka sudah berada di jalan Malioboro."Pada peringatan HAM sedunia ini, kami ingin menggugat masih adanya praktek kekerasan di Aceh dan Papua oleh Pemerintahan SBY," kata Jubir SAP Yogyakarta, Hilman Afriyandi.SAP juga ingin menagih kembali komitmen Presiden SBY yang pada masa kampanye menyatakan konflik Aceh dan Papua akan diselesaikan secara adil, damai, dan demokratis, tanpa ada lagi pertumpahan darah."Tetapi kenyataannya bertolak belakang. Ternyata di Papua masih terjadi kekerasan seperti kasus Puncak Jaya dan Abepura. Sedangkan di Aceh, berakhirnya 6 bulan status darurat sipil pada 18 November 2004, ternyata masih diperpanjang," tukas Hilman.Pihaknya, lanjut dia, menginginkan tidak ada lagi kekerasan di Aceh dan Papua, yang diwujudkan dengan dihentikannya operasi militer, serta ditariknya seluruh pasukan organik dan nonorganik."Kami mengingatkan penegakan HAM di Indonesia masih sangat memprihatinkan dan jauh dari harapan. Kami juga menuntut agar pemerintah mengusut tuntas kasus kematian Munir dan mengumumkan kepada publik setiap perkembangan penyidikan kasus tersebut," ujar Hilman.Salah seorang aktivis Aliansi Bersama untuk HAM bernama Syamsul Nurseha mengingatkan, 100 hari Pemerintahan SBY yang berjanji menegakkan HAM dan memberantas korupsi harus segera diwujudkan. "Dan sudah seharusnya tidak ada lagi penggunaan kekerasan," katanya. (sss/)


Berita Terkait