Akhirnya, Pemerintah AS Ikut Nyatakan Dukungan bagi Annan
Jumat, 10 Des 2004 10:51 WIB
Jakarta -
Pemerintahan George W Bush akhirnya turut menyatakan dukungan bagi Sekjen PBB Kofi Annan untuk terus menjabat. Pernyataan kepercayaan ini disampaikan Washington setelah sempat memilih diam menanggapi desakan mundur bagi Annan, yang dicetuskan sejumlah anggota Kongres AS.Duta Besar (Dubes) AS John Danforth mengundang para wartawan untuk menyampaikan pernyataan dukungan Gedung Putih kepada Annan. Dikatakan Danforth, dirinya harus mengklarifikasi posisi AS karena kolega-koleganya, juga media beranggapan bahwa pemerintah AS tidak mendukung Annan."Kami menyatakan kepercayaan kepada Sekjen dan kelangsungan jabatannya," tukas Danforth seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (10/12/2004). Diimbuhkan Dubes tersebut bahwa dirinya berbicara atas nama Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS."Tidak seorang pun sepengetahuan saya, yang menyatakan keraguan akan integritas personal Sekjen. Tidak seorang pun," tegasnya.Senator AS, Norm Coleman, seorang Republikan, pekan lalu menyerukan Annan untuk mengundurkan diri sehubungan dengan dugaan korupsi dalam program PBB untuk Irak, program minyak untuk pangan. Lima anggota Kongres AS kemudian menyatakan dukungan atas seruan Coleman agar pemimpin badan dunia itu mundur.Presiden Bush yang ketika itu ditanyai mengenai hal tersebut, enggan menyatakan dukungan langsung bagi Annan. Sebaliknya, Bush hanya berujar agar dilakukan penyelidikan penuh dan terbuka mengenai program PBB tersebut.Sementara 191 negara anggota Majelis Umum PBB memberikan standing ovation kepada Annan, hari Rabu (8/12/2004) lalu. Bahkan para pemimpin negara-negara besar seperti Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Australia menelepon langsung Annan untuk mengutarakan dukungan.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
