RI-Belanda Kerjasama Pulihkan Pesisir Jawa-Bali

Laporan dari Den Haag

RI-Belanda Kerjasama Pulihkan Pesisir Jawa-Bali

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2014 17:58 WIB
Den Haag - Kawasan pantai atau pesisir Jawa-Bali yang mengalami erosi parah akan dipulihkan dengan metode Belanda.

Demikian disampaikan Susanna Tol dari Wetlands International kepada detikcom di Den Haag, Senin (24/5/2014).

"Indonesia merencanakan untuk memulihkan pesisir Jawa-Bali dengan pendekatan berbasis alam seperti metode Belanda. Juga pesisir-pesisir rawan lainnya akan ditinjau," ujar Susanna.

Menurut Susanna, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, organisasi lingkungan Wetlands International, dan lembaga riset Deltares kemarin secara resmi telah mencapai kesepakatan untuk bekerjasama dalam upaya menanggulangi masalah erosi pesisir Indonesia.

Kerjasama ini merupakan salah satu hasil konkrit dari menguatnya hubungan kedua negara yang terus meningkat, di mana peluncuran Perjanjian Kerjasama Komprehensif pada November tahun lalu menjadi tonggak sejarahnya.

Pertukaran kunjungan tingkat teknik antara Indonesia-Belanda sebelumnya telah dilakukan untuk mempelajari mengenai pendekatan-pendekatan Belanda dalam mengintegrasikan manajemen pesisir.

Kunjungan secara khusus memfokuskan pada bagaimana Belanda menerapkan teknik berbasis alam untuk mencegah banjir, yang dikenal dengan Membangun dengan Pendekatan Alam.

Sementara itu Direktur Eko Rudianto pada Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan bahwa Indonesia sedang mencari cara-cara alternatif untuk menyelesaikan masalah erosi pesisir.

"Dan kita bekerjasama dengan Belanda dalam membangun dengan pendekatan alam," terang Eko.

Pesisir Jawa

Sepanjang pesisir Jawa yang tererosi akan direklamasi dengan cara menampung sedimen dengan menggunakan bendungan permeabel.

Hasilnya secara alamiah gugusan tanaman bakau dapat melakukan rekolonisasi dan membantu melindungi pesisir terhadap erosi. Selanjutnya Indonesia dapat melanjutkan manajemen pesisir berkelanjutan ini.

Teknik ini terinspirasi metode yang telah digunakan oleh Belanda selama lebih dari satu abad untuk mereklamasi tanah dengan meningkatkan pembentukan garam-rawa.

Di Jawa garis pesisir berkurang cepat dengan puluhan meter dan dalam kasus ekstrim lebih dari seratus meter per tahun, sebagai akibat dari pemusnahan bakau dan penurunan tanah.

Hal ini memiliki implikasi besar bagi keselamatan pesisir, ekonomi, ekosistem dan perikanan Indonesia.

Pantai Kuta, Bali

Di Bali, pembangunan bandara di laut telah menyebabkan erosi pantai Kuta, yang merupakan destinasi populer para wisatawan dan tempat berselancar.

Indonesia tertarik untuk memulihkan dan melindungi pantai ini dengan meniru metode inovatif Sand Engine yang juga telah efektif diterapkan di Belanda.

Sand Engine adalah gunungan volume pasir yang diterapkan sepanjang pantai barat Belanda, yang menghadap Laut Utara. Alam, terutama angin, gelombang dan arus air menyebarkan lebih lanjut pasir tersebut dan membentuk pantai lebih luas dan aman.

Sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan dukungan dari Deltares dan Wetlands International, telah sukses melakukan pilot project di Demak, di mana laut telah mencaplok ratusan meter tanah daratan setempat.

"Pendekatan menggunakan bendungan permeabel ini nampaknya sangat menjanjikan," pungkas Susanna.


(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads