Apalagi dalam kampanye tersebut, meski hanya 5 menit Suryadharma diberi kesempatan berpidato. "Gerindra telah memutuskan calon pemimpin yang tepat. Saya makin jatuh cinta pada Pak Prabowo! Satu presiden untuk Indonesia Raya, presiden untuk kaum papa, untuk wong cilik, untuk nelayan, dan satu yang tak bisa dilupakan adalah presiden para kiai," begitu isi pidato Suryadharma.
Tak hanya menyatakan dukungan, Suryadharma yang mengenakan jas PPP warna hijau langsung bicara kemungkinan koalisi. Prabowo pun memberikan angin segar dengan menyatakan akan membangun bangsa bersama PPP.
Benarkah PPP kini menjalin koalisi dengan Partai Gerindra? Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, saat ini partainya masih membuka kemungkinan koalisi dengan partai lain.
“(Masih) Terbuka peluang yang sama kepada setiap partai politik untuk bersama PPP mengusung calon presiden dan wakil presiden,” kata Lukman saat berbincang dengan detikcom, Senin malam (24/3) kemarin.
Nah menurut Lukman, bagi partai yang ingin 'meminang' PPP ada tiga syarat. Yakni, kesamaan visi dan arah pembangunan negara bangsa ke depan, figur, dan dukungan akseptabilitas publik terhadap figur tersebut. “(PPP) sudah berkomunikasi dengan hampir semua partai politik,” kata Lukman.
Wakil Ketua Umum PPP lainnya, Suharso Monoarfa juga memastikan bahwa partainya belum mengikat koalisi dengan partai lain. "Ini keinginan beliau (Suryadharma) pribadi saya kira. Karena keputusan PPP itu tidak ada," kata Suharso.
Mantan Menteri Perumahan Rakyat itu memastikan bahwa kehadiran Ketua Umum PPP Suryadharma ke acara kampanye Partai Gerindra hanya sekadar silaturohmi. "Oh, tidak (koalisi dengan Gerindra). Itu ijtihad. (usaha) politiknya Ketum," kata Suharso.
(erd/van)










































