Kisah 'Cinta' PPP-Prabowo, dari Pengkhianatan Hingga Bersemi Kembali

Kisah 'Cinta' PPP-Prabowo, dari Pengkhianatan Hingga Bersemi Kembali

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2014 07:18 WIB
Kisah Cinta PPP-Prabowo, dari Pengkhianatan Hingga Bersemi Kembali
Jakarta - Bicara di depan ribuan massa Gerindra di GBK, Ketum PPP Suryadharma Ali menyatakan makin jatuh cinta kepada capres Gerindra Prabowo Subianto. Padahal, jika ditilik ke belakang, pernah ada kisah 'pengkhianatan cinta' Suryadharma ke Prabowo.

Kisah itu bergulir sekitar lima tahun silam, tepatnya menjelang Pilpres 2009. Kala itu, Suryadharma pernah bicara kuatnya dukungan internal PPP ke Prabowo. Dia juga kerap sowan ke Prabowo untuk membahas pencapresan. Jika menggunakan istilah ABG, saat itu Suryadharma dan Prabowo hampir 'jadian'.

Namun ternyata mereka tak pernah 'jadian', Suryadharma memalingkan muka ke SBY. Jadilah saat itu Prabowo maju ke Pilpres 2009 bersama Megawati tanpa dukungan PPP.

Namun dalam politik tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. PPP yang sudah meninggalkan Prabowo di Pilpres 2009 kini merapat lagi ke Prabowo. Tak main-main, Suryadharma sendiri yang seperti 'mendeklarasikan' dukungan ke Prabowo di tengah ribuan kader dan simpatisan Gerindra.

"Gerindra telah memutuskan calon pemimpin yang tepat. Saya makin jatuh cinta pada Pak Prabowo! Satu presiden untuk Indonesia Raya, presiden untuk kaum papa, untuk wong cilik, untuk nelayan, dan satu yang tak bisa dilupakan adalah presiden para kiai," kata Suryadharma yang diberi waktu pidato singkat di hadapan Prabowo dan ribuan simpatisan Gerindra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3/2014) siang.

'Cinta' mereka seolah bersemi kembali menjelang Pilpres 2014. Berikut kisah 'cinta' PPP-Prabowo dari pengkhianatan hingga bersemi kembali:

1. 'Cinta' Lama PPP-Prabowo Jelang Pilpres 2009

Mungkin dari sini kisah 'cinta' itu dimulai. Dari kunjungan Suryadharma ke markas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada Selasa (7/4/2009) silam. Kala itu, SDA mengaku ingin lebih dekat dengan Prabowo Subianto. Kala itu, SDA datang beserta jajaran fungsionaris PPP menyatakan dukungan ke Prabowo.

"Kami mewakili Ketua DPW PPP di seluruh Indonesia, menilai di antara figur (capres) yang layak adalah Bapak (Prabowo)," ungkap Ketua DPW PPP Sumatera Barat Epiyardi Asda saat acara silaturahmi di kantor DPP Gerindra, Jl Brawijaya IX/1, Jakarta Selatan.

Sama persis yang terjadi di Gelora Bung Karno Minggu (23/4/2014) kemarin, Prabowo kala itu pun menyambut gembira dukungan itu. Prabowo mengaku dirinya sudah kuat dan siap menghadapi Pilpres 2009.

"Saya merasa kuat jika PPP bersama Gerindra kuat, kita ingin punya sekutu yang kuat juga," balas Prabowo usai pertemuan lima tahun silam ini.

Dukungan dari DPW PPP ke Prabowo pun terus bertambah. Kala itu sebanyak 28 dari 33 DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Prabowo untuk menjadi calon presiden dalam pilpres mendatang. PPP menginginkan figur baru dalam pemerintahan yang akan datang.

"Hasil sementara tadi 28 DPW mendukung Prabowo sebagai capres. Alasannya kita mencari figur baru untuk berkoalisi degan PPP," kata Suryadharma Ali di sela-sela Rapim PPP di Hotel Novotel, Bogor, Sabtu (25/4/2009) silam.

1. 'Cinta' Lama PPP-Prabowo Jelang Pilpres 2009

Mungkin dari sini kisah 'cinta' itu dimulai. Dari kunjungan Suryadharma ke markas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada Selasa (7/4/2009) silam. Kala itu, SDA mengaku ingin lebih dekat dengan Prabowo Subianto. Kala itu, SDA datang beserta jajaran fungsionaris PPP menyatakan dukungan ke Prabowo.

"Kami mewakili Ketua DPW PPP di seluruh Indonesia, menilai di antara figur (capres) yang layak adalah Bapak (Prabowo)," ungkap Ketua DPW PPP Sumatera Barat Epiyardi Asda saat acara silaturahmi di kantor DPP Gerindra, Jl Brawijaya IX/1, Jakarta Selatan.

Sama persis yang terjadi di Gelora Bung Karno Minggu (23/4/2014) kemarin, Prabowo kala itu pun menyambut gembira dukungan itu. Prabowo mengaku dirinya sudah kuat dan siap menghadapi Pilpres 2009.

"Saya merasa kuat jika PPP bersama Gerindra kuat, kita ingin punya sekutu yang kuat juga," balas Prabowo usai pertemuan lima tahun silam ini.

Dukungan dari DPW PPP ke Prabowo pun terus bertambah. Kala itu sebanyak 28 dari 33 DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Prabowo untuk menjadi calon presiden dalam pilpres mendatang. PPP menginginkan figur baru dalam pemerintahan yang akan datang.

"Hasil sementara tadi 28 DPW mendukung Prabowo sebagai capres. Alasannya kita mencari figur baru untuk berkoalisi degan PPP," kata Suryadharma Ali di sela-sela Rapim PPP di Hotel Novotel, Bogor, Sabtu (25/4/2009) silam.

2. PPP Berpaling dari Prabowo Menuju SBY

Usai kunjungan Suryadharma ke markas Gerindra itu, hubungan PPP-Prabowo terus dijalin. Komunikasi terus berjalan. Namun yang tak disangka Prabowo dan Gerindra, PPP memalingkan muka, mendukung pasangan lain.

PPP memutuskan mendukung SBY di Pilpres 2009. Kala itu SBY berduet dengan Boediono, sementara Prabowo menjadi cawapres dari Megawati Soekarnoputri. Dukungan PPP ditunjukkan dengan kehadiran Suryadharma dalam deklarasi SBY-Boediono di Sabuga ITB, Bandung.

"Ya, mantap," ujar SDA kepada wartawan usai acara deklarasi SBY Berbudi di Gedung Sabuga, Jl Taman Sari, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2009) silam.

"Tidak ada beda pendapat sama sekali, yang jelas kita dukung sepenuhnya SBY-Boediono," pungkas SDA sambil meninggalkan Sabuga.

Kala itu, Prabowo dikabarkan marah ke Suryadharma. Hubungan mereka sempat merenggang.

2. PPP Berpaling dari Prabowo Menuju SBY

Usai kunjungan Suryadharma ke markas Gerindra itu, hubungan PPP-Prabowo terus dijalin. Komunikasi terus berjalan. Namun yang tak disangka Prabowo dan Gerindra, PPP memalingkan muka, mendukung pasangan lain.

PPP memutuskan mendukung SBY di Pilpres 2009. Kala itu SBY berduet dengan Boediono, sementara Prabowo menjadi cawapres dari Megawati Soekarnoputri. Dukungan PPP ditunjukkan dengan kehadiran Suryadharma dalam deklarasi SBY-Boediono di Sabuga ITB, Bandung.

"Ya, mantap," ujar SDA kepada wartawan usai acara deklarasi SBY Berbudi di Gedung Sabuga, Jl Taman Sari, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2009) silam.

"Tidak ada beda pendapat sama sekali, yang jelas kita dukung sepenuhnya SBY-Boediono," pungkas SDA sambil meninggalkan Sabuga.

Kala itu, Prabowo dikabarkan marah ke Suryadharma. Hubungan mereka sempat merenggang.

3. 'Cinta' Suryadharma-Prabowo Bersemi Kembali

Mungkin hubungan Suryadharma-Prabowo paling tepat menggambarkan pribahasa bahwa dalam politik, tak ada kawan dan lawan abadi. PPP yang sudah meninggalkan Prabowo di Pilpres 2009 kini merapat lagi ke Prabowo. Tak main-main, Suryadharma sendiri yang seperti 'mendeklarasikan' dukungan ke Prabowo di tengah ribuan kader dan simpatisan Gerindra.

"Gerindra telah memutuskan calon pemimpin yang tepat. Saya makin jatuh cinta pada Pak Prabowo! Satu presiden untuk Indonesia Raya, presiden untuk kaum papa, untuk wong cilik, untuk nelayan, dan satu yang tak bisa dilupakan adalah presiden para kiai," kata Suryadharma yang diberi waktu pidato singkat di hadapan Prabowo dan ribuan simpatisan Gerindra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3/2014) siang.

Seperti 5 tahun lalu, Prabowo menyambut gembira pinangan koalisi itu. Lalu apakah PPP kali ini akan 'setia' mendukung pencapresan Prabowo? Yang jelas di internal PPP saja sudah ada yang bicara kunjungan ke GBK itu manuver Suryadharma Ali sendiri.

3. 'Cinta' Suryadharma-Prabowo Bersemi Kembali

Mungkin hubungan Suryadharma-Prabowo paling tepat menggambarkan pribahasa bahwa dalam politik, tak ada kawan dan lawan abadi. PPP yang sudah meninggalkan Prabowo di Pilpres 2009 kini merapat lagi ke Prabowo. Tak main-main, Suryadharma sendiri yang seperti 'mendeklarasikan' dukungan ke Prabowo di tengah ribuan kader dan simpatisan Gerindra.

"Gerindra telah memutuskan calon pemimpin yang tepat. Saya makin jatuh cinta pada Pak Prabowo! Satu presiden untuk Indonesia Raya, presiden untuk kaum papa, untuk wong cilik, untuk nelayan, dan satu yang tak bisa dilupakan adalah presiden para kiai," kata Suryadharma yang diberi waktu pidato singkat di hadapan Prabowo dan ribuan simpatisan Gerindra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3/2014) siang.

Seperti 5 tahun lalu, Prabowo menyambut gembira pinangan koalisi itu. Lalu apakah PPP kali ini akan 'setia' mendukung pencapresan Prabowo? Yang jelas di internal PPP saja sudah ada yang bicara kunjungan ke GBK itu manuver Suryadharma Ali sendiri.

4. Prabowo Sambut Lagi Suryadharma Ali

Prabowo sepertinya tak memendam dendam kepada Suryadharma Ali. Ketua Dewan Pembina Gerindra itu memberi sinyal untuk kembali membuka pintu bagi PPP.

"Nggak ada proses tawar menawar antara Gerindra dengan PPP. Kita sama-sama bangun negara," ujar Prabowo di Stadion GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2014).

Prabowo pun menjanjikan akan pula menghadiri kampanye PPP nantinya. Menurut Prabowo kehadiran Suryadharma adalah suatu kehormatan.

"Bisa saja semua yang mau kerjasama bisa saja. Yang jelas kita tak mau negara kita dipimpin boneka," imbuh Prabowo.

4. Prabowo Sambut Lagi Suryadharma Ali

Prabowo sepertinya tak memendam dendam kepada Suryadharma Ali. Ketua Dewan Pembina Gerindra itu memberi sinyal untuk kembali membuka pintu bagi PPP.

"Nggak ada proses tawar menawar antara Gerindra dengan PPP. Kita sama-sama bangun negara," ujar Prabowo di Stadion GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2014).

Prabowo pun menjanjikan akan pula menghadiri kampanye PPP nantinya. Menurut Prabowo kehadiran Suryadharma adalah suatu kehormatan.

"Bisa saja semua yang mau kerjasama bisa saja. Yang jelas kita tak mau negara kita dipimpin boneka," imbuh Prabowo.

Halaman 2 dari 10
(trq/jor)


Berita Terkait