Sugiarto, ketua RT 11 RW 14, Kelurahan, Tlogosari Kulon, Pedurungan yang rumahnya berada di sebelah lokasi mengatakan pemilik sudah tidak menempati rumah itu bertahun-tahun karena berada di Kalimantan.
"Rumahnya kosong, sudah bertahun-tahun," kata Sugiarto di depan rumahnya, Senin (24/3/2014).
"Pemiliknya ke Kalimantan," imbuh putranya, Rizal Praditya.
Meski tidak ada pemiliknya, rumah kosong tersebut ditinggali oleh dua orang buruh yang salah satunya dikenal dengan nama Kemi. Pria asal Purwodadi itu tinggal di sana karena bekerja di Semarang.
"Pak Kemi itu tukang, dia tidur di sini. Dia berdua di sini, tapi yang satunya tidak kenal," ujar Rizal.
Setahu warga, Kemi dan satu orang lainnya meninggalkan rumah itu satu bulan lalu, kemudian hari ini kembali. Sekitar pukul 18.00 WIB, saat Kemi hendak mengambil air di tandon air bawah tanah tepatnya di depan rumah, ternyata ada mayat manusia dalam posisi terbalik.
Rizal mengaku hari Rabu (19/3) lalu ia sempat mendengar suara gaduh dari rumah kosong itu, padahal seharusnya sama sekali tidak ada orang karena Kemi pulang kampung. Ia tidak curiga dengan suara itu hingga akhirnya dua hari lalu mencium bau busuk di dekat rumahnya. Ternyata bau busuk itu aroma mayat yang berada di dalam tandon air.
Mayat itu baru diketahui jenis kelaminnya perempuan ketika diangkat. Ciri-cirinya memakai kemeja lengan panjang berwarna merah marun, celana leging biru tua, dan rambut sebahu. Identitasnya belum diketahui karena kondisi yang sudah membengkak. Diperkirakan usianya masih remaja belasan tahun.
Ada barang bukti berupa senjata tajam, kaos, dan cangkul yang diamankan. Selain itu ada tiga saksi yang dibawa ke Mapolrestabes Semarang yaitu Kemi dan seorang lagi yang menumpang tinggal di rumah tersebut berserta penjaga Nogososro Baru, Wandi. Mayat perempuan itu sekarang sudah di bawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.
(alg/jor)











































