Kartu identitas yang telah disiapkan untuk awak media rupanya tidak cukup untuk menembus penjagaan keamanan yang bersiaga di pintu metal detector.
Kamera pemindai yang menempel di metal detector akan mendeteksi foto yang ada di kartu identitas dengan raut muka si pemegang kartu. Bila dalam tiga kali tidak terdetesi, maka dia akan melakukan pembuatan ulang kartu agar dapat dipindai sistem yang ada.
Bagi awak media yang hendak meliput, khususnya televisi, mau tidak mau menunggu di seberang lokasi KTT. Panitia menunjuk petugas peliputan khusus selama prosesi pertemuan.
Sementara untuk awak media lainnya, panitia memberikan ruang tepat di belakang gedung pemutaran film pengetahuan, Omniversum.
Sebuah bangunan tenda dengan luas kurang lebih 1.000 meter persegi disiapkan oleh panitia. Dua unit layar screen besar yang diletakan di depan dan belakang ruangan disiagakan untuk menyaksikan jalannya konferensi yang dijadwalkan mulai pada pukul 15.00 waktu setempat.
Bagi jurnalis foto, panitia menyediakan stand khusus untuk mereparasi perangkat kamera yang ada. Panitia hanya menyediakan dua produsen di stand khusus ini.
Nah, di media centre ini pula para jurnalis disajikan hangatnya teh dan roti untuk mengusir dingin udara luar ruangan yang mencapai 7 derajat celcius menembus badan. Demi menjaga keamanan beberapa petugas kepolisian berjaga di dalam ruangan, begitu pula petugas medik dengan peralatan lengkapnya yang siap membantu awak media yang sewaktu-waktu terkena sakit.
Satu yang menarik di media center KTT Nuklir, panitia berupaya semaksimal mungkin untuk ramah lingkungan untuk tidak menghadirkan kertas kepada awak media. Seluruh informasi mengenai KTT dibuat di dalam aplikasi perangkat Android dan Blackberry.
Aplikasi ini dapat dibuka dengan meregistrasi ke pihak panitia dan dapat dibuka dengan sandi lewat yang disediakan panitia. Informasi tersebut berisi mengenai teknis yang ada di dalam KTT, para pemimpin negara yang mengkonfirmasi kehadiran, serta dokumen-dokumen mengenai KTT Keamanan Nuklir I di Washington DC dan KTT Nuklir II di Seoul Korea Selatan.
Tidak lupa juga beberapa direktori mengenai Kota Den Haag, Kota Kedamaian dan Keadilan. Hmm, patut dicoba. Selain memudahkan para awak media, konsep paperless juga turut berperan dalam menjaga lingkungan.
(ahy/jor)











































