Pasien RS Omnie Loncat dari Lantai 5, Polisi: Keluarga Tolak Otopsi

Pasien RS Omnie Loncat dari Lantai 5, Polisi: Keluarga Tolak Otopsi

- detikNews
Senin, 24 Mar 2014 19:10 WIB
Jakarta - Polisi masih menyelidiki motif kematian pasien RS Omnie yang loncat dari lantai 5. Meski proses penyelidikan terus berjalan, pihak keluarga menolak untuk diotopsi.

"Proses lidik masih terus jalan, untuk motif kita belum ketahui karena keluarga menolak otopsi, alasanya ini musibah. Ya kita mau gimana lagi," ujar Kapolsek Pulogadung, Kompol M Nashir ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/3/2014).

Sejauh ini pihaknya sudah memeriksa 4 orang saksi. Nashir mengatakan, saksi mengatakan hanya melihat korban sudah tergeletak.

"Korban masih sempat mendapat perawatan darurat, sekitar satu jam kemudian korban dinyatakan meninggal," ujarnya.

Nashir menungkapkan, berdasarkan alamat yang ditelusuri, korban sempat tinggal di daearh Cakung, Jakarta Timur. "Ekonominya menengah. Di Cakung sudah setahun pindah, kita mendatangi sesuai alamat," ungkapnya.

Seorang penderita DBD tewas setelah melompat dari lantai 5 rumah sakit Omni, Jl Pulomas Barat, Jakarta Timur. Pasien bernama Saparudin Siregar ini tiba-tiba saja membuka jendela dan melompat ke bawah.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (23/4/2013) sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu Saparudin sudah empat hari dirawat di lantai 5 rumah sakit tersebut.

(edo/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini