Muhtar Ependy Bolak-balik Setor dan Titip Duit Miliaran ke BPD Kalbar

Sidang Suap MK

Muhtar Ependy Bolak-balik Setor dan Titip Duit Miliaran ke BPD Kalbar

- detikNews
Senin, 24 Mar 2014 19:04 WIB
Muhtar Ependy Bolak-balik Setor dan Titip Duit Miliaran ke BPD Kalbar
Jakarta - Muhtar Ependy, pengusaha yang jadi 'makelar' Akil Mochtar bolak-balik menyetor dan menitipkan duit di Bank Pembangunan Daerah Kalbar cabang Jakarta. Jumlah duit yang disetor mencapai puluhan miliar rupiah.

Keterangan ini disampaikan Wakil Pimpinan BPD Kalbar cabang Jakarta, Iwan Sutaryadi saat bersaksi untuk terdakwa Akil Mochtar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/3/2014). Sebelum setor-titip duit, Muhtar membuka rekening pada 10 Mei 2013.

"Pada tanggal 20 Mei 2013, Pak Muhtar setor Rp 4 miliar," kata Iwan dalam persidangan.

Uang yang disetor ini bagian dari duit Muhtar yang dititipkan melalui Iwan pada 16 Mei 2013. "Uang dalam bentuk rupiah sekitar Rp 12 miliar. Sedangkan dalam bentuk USD, totalnya berkisar Rp 3 miliar," sebutnya.

Duit titipan ini disimpan Iwan dalam brankas bank. Pada 20 Mei, Muhtar mengambilnya dan menyetor ke rekening miliknya sebesar Rp 4 miliar. Uang yang disetor lalu ditransfer melalui RTGS ke rekening CV Ratu Samagat di Kalbar, milik istri Akil, Ratu Rita.

Sedangkan duit Rp 7,5 miliar bagian dari duit Rp 15 miliar yang disetor diambil Muhtar langsung ke kantor BPD Kalbar cabang Jakart. "Sisa duit Rp 3,5 miliar kadang-kadang diambil Pak Muhtar, disetor lagi. Diambil lagi, disetor lagi ke tabunganya," jelas Iwan.

Menurut Iwan penyetoran terpisah dengan besaran Rp 400 juta yang dilakukan atas perintah Muhtar kepadanya. Selain duit total Rp 15 miliar, pada 8 Juli 2013, Muhtar kembali menyetor Rp 450 juta. "Hari itu juga Pak Muhtar buka tabungan kedua dengan setoran awal Rp 200 ribu. Saat itu Pak Muhtar sampaikan sore akan setor uang lagi," bebernya.

Sorenya, utusan Muhtar datang ke kantor BPD Kalbar membawa uang Rp 10 miliar. Namun Iwan mengaku lupa siapa 2 orang pembawa uang yang kala itu datang.

Jaksa KPK Pulung Rinandoro bertanya soal asal usul duit yang dititipkan. Kepada Iwan, Muhtar mengaku duit puluhan miliar itu berasal dari usahanya. "Usaha atribut pilkada, arwana dan showroom," ujar Iwan.

(fdn/rvk)


Berita Terkait