Orasi Politik Prof Rhoma di Tengah Irama Dangdut

Orasi Politik Prof Rhoma di Tengah Irama Dangdut

- detikNews
Senin, 24 Mar 2014 17:55 WIB
Orasi Politik Prof Rhoma di Tengah Irama Dangdut
Foto: Edward/detikcom
Jakarta - Suara gendang dan suling mengalun syahdu mengiringi Rhoma Irama dan grup Sonetanya dalam acara kampanye terbuka PKB. Calon presiden dari PKB yang mendapat gelar Profesor bidang dangdut itu bernyanyi sekaligus berorasi di depan ribuan massa pendukungnya.

Gaya khas dengan selendang di punggung menjadi bagian yang tak terpisahkan saat sang raja tampil menghibur penggemarnya. Sama seperti hari ini, dengan berbaju putih dan selendang hijau, Bang Haji biasa dia disapa, berhasil mengajak ribuan simpatisan bergoyang bersama.

Rhoma berdiri di atas panggung di lapangan pacuan kuda, Pulomas, Jakarta Timur. Dengan gitar di tangannya, Rhoma pun mulai beraksi.

"Kita harus menjaga pesatuan, sebagai partai bagian dari islam kita harus menjaga ukhwah islamiah," ucap Rhoma dengan semangat. Kemudian lagu berjudul 'Persatuan' menjadi lagu pembuka dalam kampanye ini.

Selesai lagu pertama, Rhoma langsung lanjut bernyanyi lagu kedua, "Ada 200 juta jiwa penduduk Indonesia. PKB yakin menangkan pemilu ini," kata Rhoma yang berorasi sambil bernyanyi.

Jangan mau diadu domba, pesan politik yang disampaikan Bang Haji pada simpatisannya. Melalui lagu 'Adu Domba' dia mendendangkan syair politiknya.

"Adu domba adu domba mengadu domba, sungguh suatu dosa. Adu domba adu domba mengadu domba, perbuatan tercela," dendang Rhoma.

Rhoma berhenti bernyanyi sejenak. Dia berkata hidup PKB, hidup islam. Menurutnya dalam UU pasal 33 berbunyi bumi air dan kekayaan terkandung dikuasai negara kemudian dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Apa kemakmuran sudah rata?" tanya Rhoma.

"Tolong dijawab dengan hati nurani, apakah kemakmuran sudah rata?" tanya Rhoma lagi.

"Belum," serempak simpatisan menjawab.

"Boro-boro merata makmur saja belum, ini semua akibat marak pratek korupsi dari dulu sampai sekarang. Sehingga yang kaya makin kaya, miskin makin miskin. Bersama saya dan PKB kita hapuskan pratek korupsi di Indonesia," teriak Rhoma.

Dan jreng jreng jreng... suara gitar mengalun kembali. "Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin," kata Rhoma dalam lagunya yang berjudul 'Indonesia'.

Selesai berdendang Rhoma kembali berorasi. Kali ini dia memperkenalkan para habib dan kyai yang ikut berkampanye besamanya.

"Alhamdulilah di sini juga ada bersama kita para habib habib dan kyai diantaranya habib Ali, Kyai Agus Dharmawan, Kyai Abu Hanifa. Ini menandakan habib dan ulama mendukung PKB," kata penyanyi yang memiliki suara empuk ini.

Selain lagu dangdut, Rhoma juga mendendangkan lagu India. Kemudian berlanjut lagu ke enam yang berjudul 'Kata Pujangga'.
"Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga hai begitulah kata para pujangga," dendang Rhoma.

Para simpatisan pun ikut larut berjoged bersama sang raja dangdut. Lagu selesai, orasi politikpun berlajut. Lagi-lagi lagu Bang Haji disesuaikan dengan masalah yang ada di Indonesia.

"Apakah reformasi politik sudah tuntas? Bersama Rhoma Irama dan PKB akan kita tuntaskan," ucap Rhoma. Dan lagu berjudul 'Reformasi' pun mengalun. Dilanjut lagu perjuangan dan doa dan Azza.

Rhoma terus bernyanyi hingga lagu ke 10 berjudul 'Stop'.

"Stop perdebatan, stop pertengkaran, stop permusuhan, stop pertikaian, mari kita saling kasih. Janganlah kita saling benci. Coblos nomor dua menangkan PKB jaga persatuan kesatuan islam," dendang Rhoma.

Sebelum mengakhiri orasi dan dendang lagunya, Rhoma berpesan kepada massa pendukung. Menurutnya sebagai manusia harus meghormati hak asasi manusia lainnya yang merupakan fitrah manusia.

"Awas jangan salah memilih, PKB tidak salah lagi. Tegakan demokrasi pancasila, sebagai landasan negara. PKB partai kita semua, partai kebangkitan kita semua. Coblos nomor dua menangkan PKB jaga persatuan kesatuan islam," Kata Rhoma.


(slm/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads