Jelang KTT Nuklir: Dari Kota Perdamaian, untuk Dunia Lebih Aman

Laporan dari Den Haag

Jelang KTT Nuklir: Dari Kota Perdamaian, untuk Dunia Lebih Aman

- detikNews
Senin, 24 Mar 2014 13:51 WIB
Jelang KTT Nuklir: Dari Kota Perdamaian, untuk Dunia Lebih Aman
Walikota Van Aartsen
Den Haag - Tujuan dari KTT Keamanan Nuklir betapa pun juga adalah untuk membuat dunia lebih aman.

Hal itu disampaikan Walikota Den Haag Jozias van Aartsen, menjelang dimulainya KTT Keamanan Nuklir dalam konferensi pers mendampingi PM Belanda, Minggu (23/3/2014) sore waktu setempat.

KTT Keamanan Nuklir Ke-3 di Den Haag akan dimulai hari ini di World Forum dan akan berlangsung selama dua hari (24-25 Maret 2014).

Menurut Van Aartsen, kota Den Haag merupakan pilihan logis sebagai tuan rumah KTT ini.

"Sebab Den Haag dikenal di seluruh dunia sebagai kota perdamaian, pusat segala upaya internasional untuk membuat dunia tempat yang lebih baik," ujar Van Aartsen.

Lanjut Van Aartsen, Den Haag selama ini telah menjadi tuan rumah bagi lebih dari 130 lembaga, organisasi, dan LSM internasional.

"Den Haag juga kota yang menaungi satu-satunya badan resmi PBB di luar New York, yakni the International Court of Justice (Mahkamah Internasional)," imbuh Van Aartsen, yang juga pernah menjadi Menlu Belanda dalam Kabinet Kok II (1998-2002).

Dikatakan, bahwa Istana Perdamaian (julukan untuk gedung markas Mahkamah Internasional, red) adalah simbol atas reputasi unik kota Den Haag.

"Jadi, Den Haag sudah siap. Setelah persiapan dan kerja keras selama berbulan-bulan segala sesuatunya kini telah siap," demikian Walikota Den Haag Van Aartsen.

KTT Keamanan Nuklir di Den Haag bertujuan untuk mencegah terorisme nuklir dengan membatasi jumlah bahan nuklir berbahaya di dunia, memperbaiki pengamanan bahan-bahan yang sudah ada, dan melakukan kerjasama internasional dalam isu ini.

KTT Keamanan Nuklir 2014 di Den Haag ini diikuti oleh 53 negara: Afrika Selatan, Aljazair, Amerika Serikat, Argentina, Armenia, Australia, Azerbaijan, Belanda, Belgia, Brazil, Ceko, Chile, Cina, Denmark, Finlandia, Gabon, Georgia, Hongaria, India, Indonesia, Inggris, Israel, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Kazakhstan, Korea Selatan, Lithuania, Malaysia, Marokko, Meksiko, Mesir, Nigeria, Norwegia, Pakistan, Philippina, Polandia, Prancis, Rumania, Rusia, Saudi Arabia, Selandia Baru, Singapura, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Turki, Ukraina, Uni Arab Emirat, Vietnam, dan Yordania.

Selain itu juga 4 organisasi internasional, yakni International Atomic Energy Agency, Interpol, Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka hadir sebagai observer (pengamat).


(es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini