Pantauan detikcom, Arist datang bersama dengan 2 rekannya sementara Edi ditemani 1 orang sekitar pukul 11.30 WIB. Kemudian, mereka berlima ditemani Direktur RSUD Koja Togi Asman Sinaga, menuju ke ruang Paediatrik Intensif Care Unit (PICU) lantai 5 RSUD Koja, Jakarta Utara, di mana Iqbal dirawat.
Tampak Iqbal berekspresi dengan tersenyum dan menangis karena kondisinya yang lemah. Kemudian, Arist dan Edi serta 3 orang lainnya terlibat perbincangan dengan kakek Iqbal yang menemani di ruang perawatan.
"Setelah seminggu lalu tidak bisa apa-apa, sekarang dia sudah bisa merespons, tersenyum, menangis. Tanggal 17 Maret kemarin kan sempat sangat drop. Namun sekarang sudah bisa berkomunikasi," kata Arist usai menjenguk Iqbal, di RSUD Koja, Jakarta Utara, Senin (24/3/2014).
Meski sudah membaik, tetapi pihak rumah sakit belum bisa memastikan kapan Iqbal dipindahkan dari ruang ICU. Mereka juga masih memberikan obat kejang pada Iqbal.
"Kita masih memberikan obat anti kejang. Tadi pagi juga sudah kita konsultasikan dengan pakar neurologi anak apakah ada kemungkinan radang otak. Kalau sudah bisa duduk, makan, minum, akan segera kita pindahkan dari ICU," kata Direktur RSUD Koja, Togi, di tempat yang sama.
(dha/mad)











































