3 Sikap PDIP Usai Jokowi Ketemu Tokoh Muhammadiyah dan NU

3 Sikap PDIP Usai Jokowi Ketemu Tokoh Muhammadiyah dan NU

- detikNews
Senin, 24 Mar 2014 11:52 WIB
3 Sikap PDIP Usai Jokowi Ketemu Tokoh Muhammadiyah dan NU
Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo - (Foto - Rina A/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melihat selama hampir 10 tahun terakhir, Nahdhlatul Ulama dan Muhammaddiyah tak dilibatkan dalam pengelolaan negara ini.
 
Atas dasar itulah pada Kamis (20/30) pekan lalu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengutus Joko Widodo menemui dua tokoh di NU dan Muhammadiyah.

Pada siang hari pria yang akrab disapa Jokowi itu menemui Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantornya. Kemudian pada malam harinya mantan Wali Kota Surakarta itu menemui K.H. Mustofa Bisri, Rois Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, kontribusi NU dan Muhammadiyah sangat besar bagi sejarah bangsa ini. Dalam kedua pertemuan itu terdapat kegelisahan dan kepedulian yang sama dalam melihat realitas kehidupan bangsa dan negara saat ini.

PDI Perjuangan, Muhammadiyah dan NU berpandangan bahwa pilar bekerjanya ekonomi rakyat yang dulunya digerakkan  oleh NU dan Muhammadiyah, kini telah tergantikan oleh jejaring produk impor.

“Ini terjadi adalah karena adanya hasrat untuk memburu rente,” kata Tjahjo dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Senin (24/3).

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut menurut Tjahjo, PDI Perjuangan mengambil beberapa sikap antara lain:

1. Menegaskan garis politik Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan agar bangsa ini kembali pada jejak sejarahnya, yang menempatkan NU dan Muhammadiyah menjadi bagian penting dari tiang penyangga Republik.

2. Jika PDI Perjuangan dan Jokowi mendapatkan mandat kepercayaan rakyat maka NU dan Muhammadiyah merupakan bagian dari elemen bangsa  yang sangat penting di dalam menuntaskan agenda-agenda kebangsaan, di antaranya: menciptakan lapangan kerja bagi rakyat; mewujudkan kehidupan rakyat yangg cukup sandang, pangan dan papan; serta

3. PDI Perjuangan, membangun komitmen kebangsaan dengan NU dan Muhammadiyah untuk melakukan kaderisasi kepemimpinan nasional. Sehingga kehidupan politik ke depan akan ditandai oleh munculnya pemimpin-pemimpin nasional yang memiliki watak, jati diri. kewibawaan, berakhlak mulia, dan berani bertanggung jawab untuk  mengemban masa depan bangsa dan negaranya.




Sudahkah anda terdaftar di daftar pemilih tetap Pemilu 2014? Ayo cek di detikPemilu. Anda juga bisa mengecek nama-nama caleg peserta Pemilu 2014 dan bertanya langsung ke KPU soal Pemilu hanya di detikPemilu.




(erd/brn)


Berita Terkait