Mahasiswa Malaysia di Yogya Dilarang Dengarkan Anwar Ibrahim
Kamis, 09 Des 2004 23:38 WIB
Yogyakarta - Puluhan mahasiswa Malaysia yang kuliah di Yogyakarta terutama di Universitas Gadjah Mada (UGM), dilarang mendengarkan ceramah mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.Larangan itu disampaikan oleh staf kantor Kedubes Malaysia di Jakarta lewat telepon beberapa hari sebelum kedatangan Anwar ke Indonesia. Meski sempat dilarang, ada beberapa mahasiswa yang secara sembunyi-sembunyi mendengarkan ceramah Anwar.Anwar yang sejak pagi berada di Yogyakarta itu dihadapan civitas akademik UGM di Balai Senat menyampaikan ceramah mengenai demokrasi dan masyarakat madani. Turut mendampingi Anwar diantaranya istrinya Wan Azizah serta mantan menteri koperasi Adi Sasono.Saat di UGM Anwar langsung disambut oleh Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi dan Majelis Guru Besar UGM Prof Dr Boma Wikan Tyoso. Sebelum berceramah, Anwar sempat menemui 10 orang mahasiswa Malaysia diruang rektorat yang ada di sebelah barat Balai Senat.Kepada Anwar, mereka mengadu adanya ancaman dari Kedubes Malaysia yang melarang para mahasiswa mendengarkan ceramahnya. Para mahasiswa Malaysia itu di UGM sebagian besar belajar di fakultas kedokteran umum, fakultas kedokteran gigi, farmasi, MIPA dan teknik.Atas larangan tersebut, kepada wartawan seusai ceramah Anwar mengungkapkan keprihatinannya. Anwar mengatakan memang ada perbedaan perlakuan terhadap warga Malaysia antara yang belajar di Thailand, Philipina dan Indonesia.Mahasiswa Malaysia yang belajar di Philipina atau Thailand larangan-larangan yang diberikan negara tidak seketat seperti yang dialami warga Malaysia yang belajar di Indonesia."Penyebabnya kalau di Indonesia iklim demokrasi saat ini jauh lebih baik dibanding negara-negara tersebut sehingga dikhawatirkan bisa mempengaruhi mereka," katanya."Saya bisa memakluminya mereka tidak bisa ikut dan bagi saya, tidak ada masalah. Sebab bila nekat bisa jadi akan mengancam masa depan meraka yang masih harus menyelesaikan studinya yang dibiayai pemerintah Malaysia," lanjut Anwar Ibrahim.
(fab/)











































