Temui Tokoh NU dan Muhammadiyah, Jokowi Bawa Misi Megawati

Temui Tokoh NU dan Muhammadiyah, Jokowi Bawa Misi Megawati

- detikNews
Senin, 24 Mar 2014 11:22 WIB
Temui Tokoh NU dan Muhammadiyah, Jokowi Bawa Misi Megawati
Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo
Jakarta - Kamis siang (20/03) pekan lalu, sejumlah pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil waktu untuk beristirahat. Ada yang makan di kantin, ada juga yang menunaikan salat. Sementara sang Gubernur Joko Widodo, usai bertemu dengan Menteri Sosial pada pagi hari tak langsung balik ke kantor.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu memilih menggunakan jam istirahatnya untuk bertandang ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mengenakan batik cokelat, pria yang namanya diajukan sebagai calon presiden oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini tiba di kantor PP Muhammadiyah pukul 12.10 WIB.

Kedatangan Jokowi disambut langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Sebelum keduanya melakukan pertemuan tertutup, mereka terlebih dahulu menunaikan salat Zuhur di masjid yang berada di belakang gedung PP Muhammadiyah.

Saat salat berjamaah tersebut, Jokowi didaulat menjadi imam, sementara yang menjadi makmum adalah Din Syamsuddin dan sekitar 100 pengurus PP Muhammadiyah.

Sore harinya, saat jam kerja di Balai Kota telah usai Jokowi bergegas menuju Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. Dari Semarang dia melanjutkan perjalan ke Pondok Pesantren Raudhlatul Thalibin, Leteh, Rembang.

Selepas Isya Jokowi menggelar pertemuan tertutup dengan pemimpin pondok pesantren Raudhlatul Thalibin, Mustofa Bisri alias Gus Mus yang juga merupakan sesepuh Nahdhlatul Ulama. Hadir juga dalam pertemuan itu adalah Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo, Teten Masduki, dan Ketua DPP GP Anshor Nusron Wahid.

“Kedatangan Pak Jokowi ke kedua tokoh tersebut memang diutus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri,” kata salah satu tim pemenangan Jokowi saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/3).

Sementara Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, langkah PDIP menemui kedua tokoh tersebut adalah sebagai bagian dari kesadaran politik kader partai berlambang banteng moncong putih itu terhadap jejak sejarah bangsa.

PDI Perjuangan dan Jokowi melihat bahwa NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi utama umat Islam terbesar di Indonesia. Keduanya telah memberikan kontribusi besar bagi tegaknya Republik Indonesia dan menjadi pilar pemersatu bangsa.

“Dalam kedua pertemuan itu terdapat kegelishan dan kepedulian yang sama dalam melihat realitas kehidupan bangsa dan negara saat ini,” kata Tjahjo melalui keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Senin (24/3).

PDI Perjuangan, Muhammadiyah dan NU berpandangan bahwa pilar bekerjanya ekonomi rakyat yang dulunya digerakkan oleh NU dan Muhammadiyah, kini telah tergantikan oleh jejaring produk impor. “hal ini terjadi adalah karena adanya hasrat untuk memburu rente," papar Tjahjo.


Sudahkah anda terdaftar di daftar pemilih tetap Pemilu 2014? Ayo cek di detikPemilu. Anda juga bisa mengecek nama-nama caleg peserta Pemilu 2014 dan bertanya langsung ke KPU soal Pemilu hanya di detikPemilu.




(erd/brn)


Berita Terkait