Di berbagai survei elektabilitas PPP kurang menggembirakan. Namun sang Ketua Umum, Suryadharma Ali, optimistis partainya bakal menggebrak di 9 April mendatang. Dalam wawancara melalui email dengan detikcom, Senin (24/3/2014), Suryadharma membeberkan visi misi dan 9 pokok perjuangan partai yang ditawarkan ke masyarakat.
Berikut wawancara lengkap detikcom dengan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, bagian pertama:
1. Apa visi dan misi yang diusung partai Anda untuk Pemilu 2014?
Partai Persatuan Pembangunan yang disingkat PPP adalah partai politik dengan jati diri Islam yang merupakan hasil fusi politik Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia, Partai Syarikat Islam Indonesia, Partai Islam Tarbiyah Islamiyah, sebagai penerus estafet perjuangan politik umat Islam, berakhlakul karimah, berwawasan ke-Indonesia-an, berorientasi keummatan dalam mewujudkan negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera lahir dan batin yang diridhai Allah SWT (Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun ghofur) dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila.
Dalam perjuangannya, PPP memiliki 6 prinsip dan 5 khidmat yang merupakan rangkuman dari landas pikir, sikap, perilaku, gerak dan pandangan PPP. 6 prinsip itu adalah:
a) Prinsip Ibadah: PPP senantiasa berupaya mendasarkan perjuangannya dengan prinsip ibadah yang seluas- luasnya, untuk mencapai keridhoan Allah SWT, sehingga seluruh kegiatan berpolitik merupakan panggilan untuk beribadah;
b) Prinsip Amar Maβruf Nahi Munkar: seluruh perjuangan PPP diorientasikan pada penegakan kebaikan dan pencegahan kemungkaran dalam kehidupan masyarakat. PPP juga menentang pembusukan sistem politik dan partai politik karena sepanjang Indonesia didasarkan atas demokrasi, pembusukan politik hanya akan mengakibatkan lebih banyak terjadinya kemungkaran;
c) Prinsip kebenaran, kejujuran, dan keadilan: PPP berupaya sungguh-sungguh agar senantiasa berpihak pada kebenaran dan melawan kebathilan, berpihak kepada kejujuran dalam mengemban amanah rakyat, dan menjadikan keadilan sebagai tujuan politik untuk melawan kedzaliman dan diskriminasi.
d) Prinsip Musyawarah: Dengan musyawarah dapat dipelihara sikap saling pengertian, saling menghargai, dan menumbuhkan tanggungjawab bersama atas hasil keputusan yang dihasilkan bersama;
e)Prinsip Persamaan, Kebersamaan, dan Persatuan: PPP memandang seluruh umat manusia adalah sama di hadapan hukum positif maupun di hadapan Tuhan, karenanya kebersamaan harus menjadi prinsip dasar dalam membangun hubungan sesama, dan persatuan harus menjadi pegangan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara;
f) Prinsip Istiqomah: PPP mewajibkan kader-kader Partai agar bersikap gigih, kokoh, dan teguh pendirian, dalam memperjuangkan aspirasi rakyat berdasarkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan.
Adapun 5 Khidmat Perjuangan PPP adalah:
1. Membina dan membangun manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dengan meningkatkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim).
2. Memperjuangkan hak-hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia, sesuai dengan martabatnya dengan mengembangkan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).
3. Memelihara rasa aman, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta mengembangkan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama anak bangsa).
4. Membangun kehidupan politik yang demokratis dan kedaulatan rakyat.
5. Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, mencegah kesenjangan sosial dan ekonomi.
Dalam Pemilu 2014 ini, PPP mengusung 9 Tema Pokok Perjuangan yang pada pokoknya adalah sebagai berikut:
1. Pembangunan kedaulatan pangan dengan langkah afirmatif: reformasi agraria dan moratorium impor pangan
2. Kedaulatan energi dengan nasionalisasi tambang dan migas asing berbasis pendekatan business to business
3. Pembangunan inftarstruktur yang berkerakyatan
4. Pelestarian lingkungan hidup
5. Toleransi kehidupan beragama dan pembangunan moral bangsa
6. Supremasi hukum dan HAM serta pemberantasan korupsi
7. Penyempurnaan demokrasi, sistem politik, dan partai politik, dengan kelima amandemen UUD bagi hidupnya kembali GBHN
8. Pendidikan untuk keunggulan dengan wajib belajar 12 tahun menyongsong era AFTA 2015
9. Penataan kependudukan dengan memantapkan kembali pelaksanaan KB dan transmigrasi
2. Tingkat kepercayaan publik terhadap parpol kian menurun. Apa yang parpol Anda tawarkan kepada pemilih Indonesia, terutama kalangan muda, agar mau menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2014?
Kami mengamati berbagai hasil survei dari beberapa Lembaga Survei yang kami pandang credible, kami melihat peluang dan potensi terbesar Partai Politik peserta Pemilu 2014 termasuk PPP adalah meyakinkan pemilih pemula untuk simpati dan akhirnya memilih. Pemilih pemula ini jumlahnya cukup signifikan, dan tidak terikat dengan ideology Partai atau kelompok sosial tertentu.
Oleh karena itu dalam menyongsong Pemilu 2014 ini, Partai kami tampil dengan nuansa baru, nuansa muda untuk menyasar dan masuk pada segmen pemilih ini. Mereka adalah pemilih yang smart, gadget mania, sangat familiar dengan sosial media dan sangat dinamis. Tawaran PPP cukup jelas: a)PPP merekrut jurkamnas muda (di bawah 30 tahun) ex aktivis BEM/kampus sebagai upaya menjaring pemilih pemula dalam kampanye-kampanye dialogis di berbagai tempat di tanah air; b)PPP menyiapkan cyber campaigner yang bertugas khusus masuk ke media-media sosial perbincangan anak-anak muda dan pemilih pemula; 3)PPP mengadakan berbagai kompetisi anak muda sesuai dengan trend spesifik lokasinya. Misal futsal di lingkungan perkotaan dan hadrah di lingkungan pondok pesantren.
3. Mohon beri penjelasan ke masyarakat Indonesia mengenai sumber keuangan parpol, caleg dan capres (kalau ada)?
PPP selama ini mendayagunakan sumber keuangan yang utamanya berasal dari iuran anggota, khususnya yang menduduki jabatan publik baik DPR di semua tingkatan, kepala/wakil kepala daerah, dan jabatan publik lainnya yang dipilih.
PPP juga membuka diri atas sumbangan dari dunia usaha yang tidak memiliki kepentingan yang mengikat melainkan atas dasar kecocokan terhadap visi dan misi perjuangan PPP, karena yang terakhir ini sudah berlangsung sejak PPP berada di luar pemerintahan sepanjang Orde Baru yang lalu.
(van/try)











































