Sekitar satu pekan sebelum cuplikan video itu tersebar di internet dan ramai diperbincangkan, Olivia mengaku dihubungi oleh salah satu petinggi Golkar. Petinggi Golkar ini, kata Olivia, bertanya soal kemungkinan adanya video-video 'tak biasa' antara dirinya dengan Ical.
"Dia itu bilang, 'Mba, ada video ini-ini nggak?' Saya pikir apa ya, dia bilang, 'kita diini-iniin nih'," tutur Olivia soal telepon dari Petinggi Golkar itu. Hal ini diungkapkan Olivia saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (22/3/2014).
Kepada Olivia, petinggi Golkar itu mengatakan ada pihak yang mencoba memeras partainya. Pihak yang mencoba memeras itu meminta uang yang jumlahnya sangat banyak. "Orang itu meminta uang dengan jumlah yang fantastis," kata Olivia tanpa mengungkap jumlah uang yang diminta.
Soal pemerasan ini, kata Olivia, sempat dianggap enteng oleh dirinya dan keluarga Ical. Sebab, mereka merasa tak ada sesuatu hal yang bisa dijadikan 'senjata' untuk memeras. Tak disangka, video cuplikan perjalanan ke Maladewa yang disebut Olivia sudah diedit sedemikian rupa dijadikan 'senjata'.
"Itu sesuatu hal yang biasa, makanya pada saat orang meneror, pemerasan dan sebagainya itu dengan jumlah yang fantastis, kita semua nggak ada yang mikirin, sebab tidak ada apa-apa," ujarnya.
Atas upaya pemerasan ini, Olivia belum berpikir untuk melapor ke polisi. Dia menyerahkan urusan tersebut ke Partai Golkar sembari mendoakan si pemeras agar segera insyaf.
"Saya cuma berdoa orang-orang yang melakukan ini disolehkan hatinya. Tapi ya kita berdoa saja sama Allah. Kita begitu prinsipnya, karena saya tidak mau terlibat dalam politik, apalagi black campaign seperti ini," ucap perempuan yang mulai dikenal dari serial drama televisi 'Ada Apa dengan Cinta?' ini.
(trq/fjr)











































