Nostalgia Militer Letnan Jenderal (Purn) Prabowo di Kampanye Gerindra

Nostalgia Militer Letnan Jenderal (Purn) Prabowo di Kampanye Gerindra

- detikNews
Senin, 24 Mar 2014 06:24 WIB
Nostalgia Militer Letnan Jenderal (Purn) Prabowo di Kampanye Gerindra
Jakarta - Megah berdiri sebuah stadion kebanggaan rakyat Indonesia di pusat ibukota. Pada siang itu di Stadion Gelora Bung Karno yang megah sebuah partai berlambang kepala garuda menghelat kampanye akbar.

Siang itu adalah hari Minggu (23/3/2014) saat Partai Gerindra besutan Letjen (purn) Prabowo Subianto membuat Stadion GBK, Senayan, Jakarta Pusat diselimuti warna merah-putih. Saat itu pula nampak Sang Jenderal ingin bernostalgia akan kejayaan di medan laga bersama tentara-tentara RI.

Puluhan ribu simpatisan yang berbaju merah-putih telah menanti kedatangan Sang Jenderal sejak pagi hari. Hujan yang sempat mengguyur di pagi buta tak mengurungkan niat mereka demi melihat kegagahan Sang Jenderal.

Mentari yang sudah tepat di atas kepala seketika itu tertutup sebuah helikopter putih. Bermanuverlah helikopter itu keliling Stadion yang rupanya Sang Jenderal Prabowo berada di dalamnya.

"Prabowo! Presiden! Prabowo! Presiden! Prabowo! Presiden!" sorak sorai para simpatisan itu.

Tak lama setelah helikopter meninggalkan Stadion, dari kejauhan nampak Prabowo berada di atas Jeep putih terbuka. Pada pelat Jeep itu tak terdapat angka nomor, melainkan gambar bintang tiga emas dengan warna dasar merah.

Melambaikan tangan mengitari Stadion, Prabowo menyapa seluruh simpatisan. Berhenti di depan panggung, sambutan hormat diganjarkan kepada Sang Jenderal dari para pimpinan partai.

Seorang protokol pun membacakan rangkaian acara kampanye akbar itu. Pada acara pertama adalah defile yang sangat kental dengan militer.

"Lapor! Defile siap dilaksanakan," ujar Komandan Defile yang berseragam putih dan baret merah.

"Laksanakan!" jawab Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.

"Siap laksanakan!" sambut Sang Komandan kemudian.

Derap langkah maju pasukan defile pun terdengar meski lapangan itu ditutupi rumput. Kompak berirama dan semakin gagah dengan iringan Marching Band Cakra Garuda Yaksa.

Pasukan defile yang jumlahnya hampir seratus melintas di hadapan Sang Jenderal dan petinggi-petinggi partai. Komandan Batalyon Defile itu pun memberi aba-aba sambil melakukan langkah maju jalan.

"Hormat kanaaaaan, GRAK!" sebut Sang Komandan.

Serempak pasukan itu menghormat sambil menengok ke arah kanan dalam posisi maju jalan. Prabowo kemudian membalas hormat itu dan Komandan Defile pun memberi aba-aba untuk tegak kembali.

Setelah pasukan yang tegap-tegap mengambil posisi di tengah lapangan, tiba giliran Sang Jenderal unjuk kebolehan. Seekor kuda besar berwarna cokelat diiringi dua kuda putih menghampiri Prabowo.

Naiklah Sang Jenderal di atas kuda yang sama gagahnya seperti si empunya. Sementara kedua kuda putih yang tak kalah tegap ditunggangi punggawa yang mengawal Sang Jenderal mengelilingi Stadion untuk kembali menyapa simpatisan.

Sorak sorai nan gegap gempita simpatisan tak terbendung ketika Prabowo melintas di hadapan mereka. Sekembalinya Sang Jenderal di posisi semula, Bendera Sang Merah Putih dan Panji Partai Gerindra dinaikan di atas panggung.

Lagu Kebangsaan RI Indonesia Raya pun dikumandangkan sambil para hadirin mengarahkan hormat kepada Sang Merah Putih. Usai prosesi itu dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Prabowo Subianto yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Lengkap sudah serangkaian protokoler pembukaan sebelum Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto memberikan orasi politik. Sebelum itu Ketum Gerindra Suhardi pun membuka orasi dan menyatakan bahwa Prabowo adalah calon Presiden RI yang paling kuat.

Tiba kemudian saat Sang Jenderal berorasi. Dalam orasi tanpa teks itu Prabowo menggunakan mikrofon kuno, mengenakan peci, dan melantangkan suara bak singa podium.

Antusiasme simpatisan yang kemudian menyemuti lapangan hijau tak terbendung. Prabowo pun menekankan bahwa bangsa Indonesia harus berdaulat dan tidak boleh dipimpin boneka.

"Pilihan saudara-saudara adalah antara menjadi antek bangsa lain atah Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri. Saudara mau dipimpin boneka?" ucap lantang Prabowo.

"Tidaaaaak!" jawab seluruh simpatisan.

Kemudian ketika orasi berakhir, Prabowo pun meninggalkan panggung kampanye. Saat Sang Jenderal turun panggung, hujan pun turun seolah mengiringi dia.

(bpn/fjr)


Berita Terkait