"Waktu saya di kamar perawatan Iqbal ada pengunjung bilang ya allah tega amat Dadang, anak ini nggak usah disiksa tinggal dicekek aja dah mati. Mendengar nama Dadang dan penyiksaan yang dialaminya Iqbal langsung nangis," kata paman Iqbal, Hilman kepada detikcom, Minggu (23/3/2014).
Menurut Hilman, untuk mengantisipasi trauma Iqbal, sementara pengunjung dilarang menemui Iqbal di RSUD Koja. Pengecualian apabila pengunjung tersebut ditemani oleh keluarga Iqbal.
"Sekarang yang bukan keluarganya dilarang menjenguk Iqbal dulu, boleh menjenguk asalkan didampingi keluarga. Simpati dari pengunjung sekarang malah menyebabkan Iqbal nangis, bukanya kita nggak mau Iqbal dijenguk tapi buat kebaikan Iqbal lebih baik beberapa hari ini jangan jenguk dulu," jelasnya.
Iqbal hingga kini masih dirawat di ruang Paediatrik Intensif Care Unit (PICU) lantai 5 RSUD Koja, Jakarta Utara. Hanya dengan keluarganya Iqbal bersedia berkomunikasi.
"Iqbal saat ini Alhamdulillah udah agak mendingan kondisinya, udah mulai kenal keluarganya, tapi kalau sama suster nggak mau ngerespon, udah bisa tertawa tapi sama keluarganya saja," terangnya.
Mengenai ibu kandung Iqbal, Iis Novianti, Hilman hingga kini belum mengetahui dimana keberadaanya. Pihaknya telah melakukan pencarian dengan bantuan kepolisian namun belum juga dapat ditemukan.
(tfn/fjr)










































