Pertemuan akan berlangsung di Catshuis, yakni kediaman resmi Perdana Menteri Belanda, yang lokasinya berjarak kurang dari satu menit perjalanan dari gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tobias Asserlaan 8, Den Haag.
Kedua kepala pemerintahan antara lain akan memfokuskan pembicaraan pada peningkatan hubungan bidang politik, ekonomi dan kebudayaan.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Retno L.P. Marsudi kepada detikcom mengatakan hubungan RI-Belanda saat ini berada pada posisi puncak ditandai dengan tonggak sejarah berupa penandatanganan Perjanjian Kerjasama Komprehensif pada kunjungan resmi PM Mark Rutte dan sejumlah besar delegasi bisnis ke Indonesia November lalu.
Penandatangan perjanjian kerjasama tersebut sejauh ini merupakan capaian tertinggi diplomatik dalam hubungan bilateral kedua negara.
Menurut Dubes, pada kunjungan PM Rutte tersebut juga dihasilkan MoU on Triangular Cooperation, yang ditandatangani oleh Menlu RI Marty Natalegawa dan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Belanda Lilianne Ploumen.
"Juga berhasil ditandatangani lebih dari 17 MoU kerjasama bisnis antar swasta, antara lain berupa MoU antara Apindo dan VNO-NCW untuk pembentukan Business Task Force Indonesia-Belanda," imbuh Dubes.
Sejak itu, lanjut Dubes, hubungan kerjasama kedua negara di berbagai bidang meningkat pesat.
Seusai KTT Keamanan Nuklir ini Menteri Infrastruktur Belanda dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia yang disertai sejumlah pengusaha pada akhir Maret 2014.
Sebelumnya delegasi Tingkat Tinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dipimpin Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Kepulauan Kecil melakukan kunjungan kerja selama lima hari (17-21 Maret 2014) untuk kerjasama ketahanan pesisir dan masalah banjir.
Di samping itu juga telah dilakukan penandatanganan MoU kerjasama militer antar kedua negara oleh Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert pada Februari baru-baru ini.
Selain Wapres RI, PM Belanda pada hari sama juga melakukan pertemuan dengan para pemimpin penting lainnya, antara lain Presiden RRC Xi Jinping, PM Kanada Stephen Harper, PM Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Armenia Serzh Sargsyan, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, dan PM Georgia Irakli Garibashvili.
(es/es)











































