Kisah ini diceritakan Pastika di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali, Minggu (23/3/2014).
Cerita dahsyatnya peperangan itu dibuka soal pertanyaan yang selama ini terus hinggap di Pastika. Dia merasa heran, tidak ada jenderal yang muncul dari Bali. Kalau pun ada, hanya segelintir.
Jawaban itu datang saat dia menjabat sebagai Kapolda Bali. 20 November 2003 silam, Pastika sebagai kapolda datang kembali ke kawasan ini.
"Baru saya temukan jawaban itu. Semua perwira Bali gugur pada saat itu (peperangan), tidak ada satu pun yang tersisa," tutur Pastika.
Menurut Pastika, tidak ada lagi pejabat militer di Bali yang tersisa. Seluruhnya tewas karena berjuang habis-habisan mengusir penjajah.
Tidak hanya itu, satu keluarga kerajaan di Bali pun juga tewas. Rumah kediaman mereka hancur.
Inilah salah satu alasan yang membuat taman ini dibangun. Salah satunya sebagai media sejarah generasi muda mengenang sulitnya dalam membela kemerdekaan.
(mok/nrl)











































