WWF Indonesia : Jangan Pilih Caleg Yang Tidak Peduli Lingkungan

WWF Indonesia : Jangan Pilih Caleg Yang Tidak Peduli Lingkungan

- detikNews
Minggu, 23 Mar 2014 17:25 WIB
WWF Indonesia : Jangan Pilih Caleg Yang Tidak Peduli Lingkungan
Jakarta - World Wildlife Fund (WWF) Indonesia mengajak masyarakat agar tidak mendukung calon legislator di Pemilu Legislatif yang tidak peduli dengan isu lingkungan hidup. Padahal, perhatian terhadap lingkungan seharusnya menjadi agenda prioritas dalam kampanye.

Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia Nyoman Iswarayoga mengatakan, kesadaran para Caleg untuk memperhatian lingkungan masih minim. Dia mencontohkan kasus terbakarnya hutan gambut di Riau yang mengakibatkan pengaruh buruk di beberapa daerah sekitarnya tidak menjadi fokus utama untuk dibenahi.

"Sangat sedikit yang menjadikan isu lingkungan sebagai kampanye. Mereka sibuk di sosial. Padahal, ini penting. Jangan dipilih kalau Caleg yang tidak peduli dengan isu lingkungan," kata Nyoman di Hotel Kempinski, Jakarta, Minggu (23/3/2014).

Dia menegaskan, kondisi lingkungan di Indonesia seperti beberapa hutan cukup memprihatinkan. Kebakaran hutan hingga pencemaran sungai belum juga ada solusi. Begitupun polusi akibat kemacetan tanpa disertai keberadaan lingkungan hijau. Kondisi pemeliharaan alam menurutnya tidak diimbangi dengan bertambahnya populasi manusia yang terus meningkat.

"Kalau begini terus nanti bagaimana. Lama-lama hancur, sumber-sumber daya alam yang ada belum diperbaharui. Ini planet kita, tapi kesadaran masih minim semua," ujarnya.

Sementara itu Miss Indonesia 2014 Maria Asteria Sastrayu yang juga hadir dalam acara yang diadakan WWF itu mengaku miris melihat kelakuan para calon legislator yang berkampanye tanpa memperhatikan lingkungan. Pemasangan atribut kampanye mulai dari stiker, spanduk, hingga banner dinilainya tidak bersahabat dan membuat publik tidak nyaman.

Dara kelahiran Blora, Jawa Tengah 4 Oktober 1991 ini mengatakan atribut kampanye merupakan pesan awal sosialisasi ke publik. Seharusnya bisa dilakukan secara bijak tanpa menimbulkan sampah publik dan merusak lingkungan.

"Sedih, miris kalau lihat. Coba banyak pohon ditancap spanduk pake paku. Tembok rumah, gedung sampai angkutan umum penuh stiker. Memang wajar jelang pemilu cuma kurang layak di ruang publik," kata Maria.

Dia pun berharap para Caleg dalam minggu tenang nanti bisa memiliki kesadaran tinggi dengan mencopot atau membersihkan atribut kampanyenya yang tersebar. Justru dia lebih menyukai cara Caleg yang langsung melakukan blusukan ke daerah pemilihannya daripada memaksakan menempel atribut kampanye di berbagai tempat.

"Kesadaran kebersihan lingkungan itu kan dimulai dari individu. Kalau tidak dimulai, ya selanjutnya bakalan sama kayak sekarang," sebut alumni Broadcast Universitas Pelita Harapan itu.

(hat/kha)


Berita Terkait